Masjid Al-Ra’iyah DPRD Sumsel Tersandung Korupsi?

 632 total views,  2 views today

– Sisa Anggaran untuk Beli Fasilitas Masjid

– Sudah dilaporkan Tipikor Polda Sumsel

PALEMBANG – Baru saja diresmikan, tapi Masjid Al-Ra’iyah DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) dilaporkan ke Tipikor Polda Sumsel, atas dugaan korupsi. Menanggapi hal itu, Masitoh Rapdawati, Kepala Bagian (Kabag) Humas DPRD Sumsel, mengatakan dari dana sebesar Rp 10,5 miliar yang dikucurkan untuk pembangunan Masjid Al-Ra’iyah DPRD Sumsel, hanya terpakai Rp 7 miliar. Selebihnya disebut Masyitoh, dipergunakan untuk membeli fasilitas masjid tersebut.

“Sisa anggaran yang tidak terpakai, akan dimanfaatkan untuk pembelian fasilitas masjid seperti meubeler, AC dan keperluan lainnya,” ujarnya.

Ungkap Masyitoh, anggaran dana pembangunan masjid tersebut dilakukan secara dua tahap dengan total keseluruhan sebesar Rp10,5 miliar. “Anggaran itu benar dua tahap, yang terpakai cuma Rp 7 miliar,” ujarnya saat dikonfirmasi (08/02).

Mengenai anggaran yang dilaporkan ke Polda Sumsel, Masyitoh menyerahkan kepada Tipikor untuk ditindak lanjuti. “Persoalan itu serahkan dengan Tipikor yang menindaklanjuti. Kami berharap tidak terlalu diperbesar,” tutupnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Arsitek Masjid Al-Ra’iyah DPRD Sumsel, Kasmidi Jaya membenarkan dalam pembangunan masjid tersebut sempat memanas mengenai anggarannya. Namun dirinya mengaku jika anggaran pembangunan masjid telah selesai diaudit oleh BPK Sumsel.

“Ya, memang sempat memanas, tapi sekarang sudah clear,” ujarnya.

Kasmidi juga menerangkan bila dalam membangun masjid tersebut menggunakan dua tahap anggaran, anggaran pertama menghabiskan dana Rp 3,2 miliar dan tahap kedua Rp 3,8 miliar.

“Tahap pertama Rp3,2 miliar, dengan keseluruhan sebesar 7 miliar,” tutupnya.

 

TEKS        : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster