Batu Akik Mampu Dongkrak Perekonomian Masyarakat

 391 total views,  2 views today

Ilustrasi Pengrajn Batu Akik, | Dok KS

Ilustrasi Pengrajn Batu Akik, | Dok KS

MUARAENIM – Fenomena batu akik di Kota Tanjungenim dan Kota Muaraenim terbilang luar biasa. Dalam jangka waktu satu bulan, penjualan batu akik ini mengalami peningkatan luar biasa dibandingkan sebelumnya. Perekonomian menjadi terdongkrak dengan geliat warga mengolah batu akik tersebut.

Di samping itu, antusias warga Tanjungenim dan Muaeaenim terhadap batu akik sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari keramaian pengunjung yang datang pada saat di selenggarakan pameran dan kontes batu akik akhir pekan lalu di Gedung Kamar Bola PTBA Tanjung Enim.

Melonjaknya harga Batu Akik, ungkap Hendro salah satu kolektor batu akik, di satu sisi kerajinan batu akik ternyata juga berimbas pada taraf hidup warga. Dengan batu akik, Ekonomi warga di luar Kota Tanjung Enim, seperti Kota Baturaja dimana bahan baku pembuatan akik ini ada dan mulai terdongkrak. Karena harga jual batu ini tak ada patokan dan tergolong ngawur.

“Coba bayangkan berapa ratus juta uang berputar di sini. Ini sungguh luar biasa, dan hal ini telah mampu mendorong peningkatan ekonomi rakyat,” terang Hendro kepada Kabar Sumatera, Minggu (3/2/).

Prosesnya mulai dari memotong, menghaluskan hingga memoles, sehingga batu menjadi bagus dan menarik. Namun, sebelum dipotong batu tersebut harus dilihat dulu, dicek seratnya, baru dipotong sesuai alur serat kemudian di gosok.

Dan semua itu membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit. Sehingga melonjaknya batu akik, tak hanya mendongkrak perekonomian, jelas membuka peluang lapangan pekerjaan baru.

“Seharusnya ini yang ditangkap oleh pemerintah daerah dimana bahan baku pembuatan akik ini ada. Ongkos untuk untuk satu batu sekitar Rp30 ribu, ongkos itu untuk mengolah batu dari bongkahan sampai menjadi batu akik siap pakai. Jelas untuk mengolahnya membutuhkan tenaga kerja banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Anwar (46), salah seorang pecinta batu akik yang telah malang melintang dalam dunia perbatuan mengungkapkan, didirikan Community Gemstone Muaraenim (CGM) adalah untuk mengusung kerajinan batu akik dan membina persaudaraan antar pencinta batu akik. Sedangkan misinya mengangkat budaya bebatuan yg ada di kabupaten Muaraenim.

“Serta mengenalkan kepada masyarakat luas akan unik dan menariknya seni yg terkandung didalam batu akik. Menciptakan lapangan kerja mandiri. Mengangkat budaya bebatuan yg ada di kabupaten Muaraenim serta mengenalkan kepada masyarakat luas akan unik dan menariknya seni yg terkandung di dalam batu akik yg berasal dari Muaraenim,” terangnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR      : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster