Sungai Meluap, Akses Empat Desa di Empat Lawang Lumpuh 8 Jam

 374 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Luapan air sungai musi di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Jumat (6/2) membuat akses menuju ke empat desa tersebut lumpuh hampir 8 jam. Keempat desa tersebut antara lain Desa Kotagading, Desa Baturaja Lama, Desa Baturaja Baru dan Desa Sugihwaras.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerusakan sejumlah areal perkebunan dan sawah milik warga mencapai ratusan hektar.

Informasi dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan, luapan air sungai musi ke badan jalan dan rumah warga mulai terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, akses ke empat desa pun lumpuh total.

Begitu juga ratusan hektar areal persawahan terendam derasnya terjangan air sungai musi. Baru sekitar pukul 09.30 air berangsur surut dan akses ke empat desa baru bisa dilintasi kembali sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebagian warga sudah ke empat desa tersebut pada pukul 06.00 sudah banyak ke Pasar Tebing Tinggi. Maklum banyak warga sudah membawa hasil panen untuk dijual ke pasar.

“Jam 06.00 tadi air masih surut, ada yang sudah bisa lewat pergi ke pasar (pasar tebingtinggi-red) namun ketika mau pulang sekitar jam 07.00 jalan ke arah desa sudah tidak bisa dilewati,” ujar Rian (36), salah seorang warga Desa Kota Gading.

Diakuinya hujan deras mengguyur kabupaten Empat Lawang dan sekitarnya mulai terjadi pada Kamis (5/2) sekitar jam 20.00 WIB dan baru berhenti Jum’at (6/2) sekitar pukul 5.30 WIB.

Namun demikian, luapan air sungai Musi baru terlihat sekitar 07.00 WIB dan mulai tampak memasuki perkampungan warga sekitar pukul 09.00 WIB. Sedihnya lagi imbuh Rian, ratusan hektar sawah dan kebun terendam banjir.

“Kami rugi besar pak, kebun dan sawah terendam. Padahal sudah mau berbuah,” keluhnya.

Sekda Empat Lawang, H Burhansyah ditemui di lokasi kejadian mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menginstruksikan Instasi terkait untuk membantu korban banjir di empat desa tersebut.

Burhansyah mengaku, tahap awal ini dilakukan evakuasi dan operasi tanggap darurat guna memastikan keselamatan warga di empat desa tersebut. Selanjutnya nanti akan dilakukan pendataan, kerugian dialami warga akibat banjir.

Dikatakannya, selain sudah memerintahkan setiap kepala desa yang terkena dampak banjir agar mengambil tindakan seperlunya, Ia juga akan berupaya mencapai lokasi banjir meski akses jalan menuju desa tersebut lumpuh total.

“Nanti kita laporkan ke Bupati, apa-apa yang harus kita ambil tindakan pasca bencana ini,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Tebing Tinggi, Rahmat Riyandi yang turut dalam rombongan Sekda Empat Lawang, menuturkan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, namun dari ke empat desa yang terkena dampak banjir, dua desa yang paling parah.

“Desa Baturaja lama dan desa Baturaja Baru tampaknya lebih parah, air sudah mencapai dada orang dewasa, mudah-mudahan cepat surut,” kata Riyandi.

Secara terpisah, Ujang (50), Kepala Desa Baturaja Lama ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, sejauh ini belum ada korban jiwa warganya akibat banjir kali ini. Namun dipastikan ratusan hektar tanaman padi yang masuk dalam masa berbungga rusak parah dan sudah dipastikan gagal panen (fuso).

“Ratusan hektar tanaman padi baik di sawah atau padi darat rusak total, belum lagi tanaman sayur, taksiran sementara kerugian bisa mencapai ratusan juta,” tukasnya.

 

TEKS         : SAUKANI

EDITOR     : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster