Serbuk Abate Gratis, Waspada Pencatutan Nama Dinkes

 429 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Untuk mengantisipasi bertambahnya penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Lubuklinggau dimana memasuki Februari merupakan puncak wabah penyakit DBD menyerang warga.

Pencatutan nama Dinas Kesehatan pada penjualan serbuk abate oleh orang tak bertanggungjawab,kerap terjadi di musim penyakit DBD menyerang.

Karena itu, Dinkes Lubuklinggau meminta kepada masyarakat agar tidak mempercayai kalau ada orang menjual serbuk abate atas nama pemerintah, karena serbuk tersebut diberikan gratis di Puskesmas-puskemas.

Sebagai salah satu langkah antisipasi,organisasi lokal,Forum Pemuda Peduli Sehat (F-PPS) Lubuklinggau menggandeng Dinas Kesehatan Lubuklinggau membekali ratusan pemuda mengenai bahaya dan cara pencegahanya serta ciri-ciri DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Lubuklinggau, dr RM Nawawi Akib melalui Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Lubuklinggau, Wahyu Romainah menyampaikan DBD terjadi karena pola hidup yang kurang sehat dan lingkungan tidak bersih, sehingga menyebabkan nyamuk-nyamuk berkembang biak dan menggigit.

Antisipasinya, lanjut dia, adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM), dan menjaga pola hidup sehat melalui konsumsi jajanan sehat, serapan gizi cukup. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mendaur ulang sampah.

“Saat ini DBD di Lubuklinggau sudah ada 10 orang, jadi kita harus waspada, jangan terlena dan jangan membiarkan lingkungan kita kotor, lindungilah diri sendiri, keluarga dan tetangga-tetangga kita,” ajaknya.

Diijelaskanya juga Demam Berdarah Dengue hanya bisa dicegah dengan PSM dan M3 plus, fogging dan serbuk abate.

“Kalau hal-hal itu dilakukan insyallah kita akan terhindar dari DBD, kemudian sering kalian lihat ada yang mengaku-ngaku dari Dinkes menjual serbuk abate 3 bungkus Rp10 ribu,nah itu salah, itu bukan dari kita, karena serbuk abate kami sediakan di Puskesmas gratis tidak bayar,” tegasnya.

Sebab, di musim DBD,marak orang-orang mencatut nama Dinkes Lubuklinggau menjual serbuk abate tersebut, padahal serbuk itu gratis dari pemerintah.

Dalam kesempatan ini peserta berdiskusi dan tanya jawab dengan narasumber, dengan berbagai pertanyaan yang menjurus pada DBD, serta kesehatan pada umumnya.

Di samping itu, ratusan peserta ini juga mendapat pembekalan mengenai tugas pokok dan fungsi Mobil Clinic Center (MCC),oleh petugas MCC dr Ade karena ke depan kader-kader inilah yang akan menjadi penyambung antara warga miskin dengan pelayanan kesehatan jemput bola Lubuklinggau.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster