Palembang Langganan Kasus DBD

 340 total views,  2 views today

PALEMBANG – Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kasus demam berdarah dengue (DBD) di Palembang setiap tahunnya selalu terjadi. Oleh itu, pihaknya ingin belajar memberantas DBD dari Negara Singapura.

Kepala Dinkes Sumsel Lesty Nurainy mengatakan, Negara Singapura mampu menekan angka kasus penderita DBD hingga nol. Cara itu sebutnya perlu dicontoh di Indonesia, khususnya Palembang.

“Palembang ini setiap tahun pasti ada kasus DBD, meskipun mengalami penurunan setiap tahunnya. Singapura pernah ada kasus DBD. Namun, dengan cepat mereka menurunkan kasus DBD tersebut. Bahkan, sampai tidak ada lagi di temukan kasus DBD tersebut,” ungkapnya usai melakukan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk DBD, di Kantor Camat Seberang Ulu (SU) I, Jumat (6/2).

Lesty menyebutkan, upaya yang dilakukan Negara Singapura untuk menekan penderita BDB sangat luar biasa. Misalnya, semua pihak berkomitmen untuk membrantas sarang nyamuk, Singapura juga memiliki petugas juru pemantau jentik (jumantik) untuk memeriksa setiap rumah, kantor atau sekolah.

“Jadi, Jumantik tersebut, benar-benar memeriksa jentik-jentik nyamuk secara berkala. Kemudian hasilnya dilaporkan, hingga pemusnahan. Bagi rumah warga maupun kantor didapati ada jentik nyamuk aedes aegepti, maka akan diberikan denda,” bebernya.

Sambung Lesty, dengan komitmen semua lapisan tersebut. Negara Singapura dinyatakan bebas dari kasus DBD.

“Aturan yang diterapkan Pemerintah Singapura kepada warganya sangat efektif. Terbukti, di Negara tersebut zero penderita DBD,” ujarnya.

Lesty menambahkan, Palembang bisa saja terbebas dari penderita DBD, tapi komitemen harus mulai ditumbuhkan kepada masyarakat dengan gerakan mengubur, menguras dan menutup (3M).

“Intinya komitmen bersama harus ditumbuhkan, dengan budaya hidup bersih,”ulasnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), Dinkes Palembang Afrimelda mengatakan, mengatasi DBD harus, melalui komintmen bersama. Terutama masyarakat.

“Ya memang masih terjadi kasus DBD di Palembang, tapi angkanya turun. Artinya tidak sama seperti sebelumnya,” tutupnya.

 

TEKS:ALAM TRIE MARSATA

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 

 


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster