Menanti Badan Pengelola KEK Tanjung Api-Api

 925 total views,  2 views today

PALEMBANG – Guna mempercepat progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel memiliki rencana akan membentuk badan pengelola kawasan. Sementara rencana ini akan segera diajukan ke Gubernur dalam waktu dekat.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri mengungkapkan, pembentukan badan pengelola kawasan ini sangat penting untuk memperlancar kerja percepatan KEK. Pasalnya, jika ini sudah dibentuk tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) tim menjadi lebih terarah.

Ruslan menyebutkan, badan ini nantinya dibentuk dari perusahaan daerah yang ada di Sumsel, seperti Bank Sumsel Babel yang mengelola bidang perbankan, Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), dan perusahaan daerah lainnya. Setelah badan ini dibentuk, nantinya akan ada pertemuan perusahaan daerah sehingga membentuk badan usaha baru.

“Saat ini sedang dalam tahap pembahasan. Mengenai kapan dibentuknya pasti ada waktu untuk itu. Badan ini juga selain dari daerah juga dari pihak manapun, yang memiliki investasi sesuai sasarannya,” terang Ruslan di Kantor Pemprov Sumsel, Jumat (6/2).

Disinggung mengenai tugas dari badan tersebut, Ruslan menjawab, badan ini akan melaksanakan tugasnya menjemput bola jika menghadapi investor yang tertarik untuk berinvestasi di KEK. Jadi, lanjutnya, badan tersebut akan bertindak atas nama pemerintah.

“Jika ada investor yang datang, badan ini akan menemuinya lebih dulu. Nanti laporannya dikonsultasikan langsung dengan Gubernur. Mereka ini ada langsung dibawah Gubernur, jadi bisa langsung melaporkan hasil pertemuan dengan investor kepada Gubernur,” jelas dia.

Untuk itu, pihaknya bersama dengan Bappeda, PMU KEK, Disperindag, dan sebagainya tengah membahas bagaimana bentuk badan pengelola kawasannya.

“Nama badannya kita belum tahu. Ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan dan masuknya investor ke Sumsel. Tapi kami masih proses mencari dasar aturan,” katanya.

Terkait dengan struktur dan siapa saja yang akan duduk didalam badan pengelola kawasan itu, akan ditunjuk langsung oleh Gubernur. Hal itu karena badan tersebutlah yang akan bernegosiasi dengan investor terkait bisnis di KEK.

“Badan ini punya otoritas bisnis. Mereka bertemu investor, memaparkan dan menjelaskan kawasan itu, dan bernegosiasi untuk tahap lanjutannya,” ungkapnya.

Pihaknya berupaya agar badan pengelola kawasan itu akan rampung di tahun ini.

“Yang jelas, direksi yang duduk di badan tersebut akan segera membentuk bisnis plan dan rencana aksi kedepannya,” pungkasnya.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster