Laporan Tidak Ditanggapi, Seorang “Debth Collector” Ancam Laporkan Polsek

 204 total views,  2 views today

PALEMBANG – Dely Ardiansyah (25) pria yang berprofesi sebagai debth collector ini, mengancam akan melaporkan pihak Polsekta Kalidoni ke Bid Propam Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel). Pasalnya, laporan penganiayaan yang dialaminya tidak juga diproses dan ditanggapi pihak Kepolisian Resort Kota (Polsekta) Kalidoni Palembang

Sebagai langkah pertamanya, pria yang bekerja sebagai debth collector di salah satu leasing di Palembang itu mengirimkan surat permohonan kepada Kapolsekta Kalidoni terkait tindak lanjut laporanya di Polsekta Kalidoni.

“Laporan penganiayaan yang saya buat di Polsekta Kalidoni itu dibuat 9 Januari 2015, namun sampai sekarang yang terlapor belum ditangkap. Padahal, si terlapor ada di kediamanya,” kata Dely, yang dijumpai saat ia mengunjungi Polda Sumsel, Jumat (6/2).

Jika setelah surat dikirimkan masih belum ada tindak lanjutnya, Dely yang juga berprofesi sebagai pengacara ini mengancam akan melaporkan Polsekta Kalidoni ke Propam Polda Sumsel.

Ia menilai, anggota Polsekta Kalidoni Palembang tidak becus dalam memproses laporan yang ia buat.

Jika nantinya laporan Propam sudah dibuat, Dely berharap ada sanksi dari Polda Sumsel untuk anggota Polsekta Kalidoni yang menerima laporanya.

Dijelaskan Dely, laporan penganiayaan yang ia buat ditujukan kepada seorang pengusaha foto kopi berinisial HF.

Kejadian bermula saat Dely bersama dua temanya mendatangi kediaman HF yang berlokasi di kawasan Jl Bina Cipta Kelurahan Bukit Sangkal Kalidoni Palembang 9 Januari 2015 lalu. Tujuan Dely saat itu adalah mempertanyakan mengapa HF menunggak iuran motor selama tujuh bulan.

“Kita menerima kuasa untuk menindaklanjuti tunggakan HF. Sayangnya, saat kita akan menunjukan surat kuasa, HF malah marah dan merobek surat itu tanpa membacanya terlebih dahulu,” kata Dely.

Keanarkisan HF tak berhenti sampai di situ. Dikatakan Dely, usai merobek surat kuasa, HF mengambil besi dan berniat memukul Dely dan kedua temanya.

Melihat itu, Dely dan kedua temanya memilih untuk kabur karena HF sudah siap memukul mereka dengan besi.

Sial bagi Dely. Karena terlambat dibanding kedua temanya, HF berhasil mendaratkan besi ke lengan kiri Dely. Saat HF mengambil parangnya, Dely sudah berhasil kabur.

“Setelah kejadian, saya langsung buat surayt visum dan mengajak dua teman saya lapor ke Polsekta Kalidoni. Sayang, sampai saat ini, terlapor belum juga ditangkap,” kata Dely.

Belum ada komentar dari Polsekta Kalidoni terhadap keterangan Dely ini. Saat dihubungi melalui ponsel, baik Kapolsekta maupun Kanit Reskrim Kalidoni tidak mengangkat ponsel hingga pukul 17.00 WIB.

 

TEKS         : OSCAR RYZAL

EDITOR     : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster