Dishutbun Sosialisasikan “Stek Sambung” pada Petani Kopi

 1,465 total views,  2 views today

PAGARALAM – Sebagai solusi produktivitas perkebunan kopi di Bumi Besemah ini, Pemerintah Kota Pagaralam melalui dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) intensifkan pembinaan terhadap petani kopi dengan mengenalkan stek sambung setiap tahunnya.

“Guna meningkatkan produksi tanaman kopi di Pagaralam agar menjadi komoditi unggulan utama, kita mengajak para petani untuk tetap menjaga kualitas biji kopi yang telah dipanen. Mengingat sejauh ini komoditi kopi yang ada kadar airnya masih cukup tinggi, lantaran banyak bercampur kotoran atau kulit kopi,” kata Kadishutbun setempat, Ir Syarbani,” kemarin (5/2).

Menurutnya, sebagai upaya meningkatkan produktivitas komoditi dimaksud, sejauh ini pihaknya tengah berupaya melakukan ujicoba lahan percontohan untuk tanaman kopi.

“Perkebunan kopi di Pagaralam tidak memungkinkan lagi dilakukan perluasan, mengingat keterbatasan lahan yang ada banyak berkurang lantaran tingginya pertumbuhan pemukiman,” terangnya.

Diketahui, kata Syarbani, lahan perkebunan kopi yang tersebar di lima kecamatan mencapai 7.576 hektar atau 90 persen lebih dari 8.333 hektar perkebunan kopi yang ada.

“Sementara untuk tanaman yang telah menghasilkan ada sekitar 607 hektar dan 150 hektar lagi merupakan tanaman rusak atau gagal,” jelasnya seraya menambahkan melalui pembinaan pengenalan kopi stek sambung ini, diharapkan produksi kopi Pagaralam dapat menjadi komoditi unggulan.

Kendati demikian harapnya, agar para petani dapat lebih serius melaksanakan bimbingan ini demi mendongkrak produktivas kopi di Bumi Besemah ini.

“Meski lahan tidak luas, dengan pengenalan stek sambung sejauh ini sudah terbukti dapat meningkatkan produksi tanaman kopi,” paparnya.

 

TEKS        : ANTONI STEFEN

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster