Banyak Pelajar yang sering bolos ke warnet

 391 total views,  4 views today

Pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan yang asyik di warnet saat jam sekolah berlangsung. | Dok KS

Pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan di Lubuklinggau yang asyik di warnet saat jam sekolah berlangsung. | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Banyaknya pelajar yang sering bolos ke warnet, tempat wisata, dan tempat hiburan lain saat jam sekolah membuat Dinas Pendidikan geram dan kecewa dengan para kepala sekolah. Instansi pendidikan tertinggi di Lubuklinggau ini meminta agar pengawasan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diperketat.

Dengan demikian, para pelajar bandel yang selama ini menghabiskan jam belajar sekolah dengan bolos ke warnet, objek wisata,dan meja biliar dapat berkurang bahkan tidak terjadi lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Lubuklinggau, H Mustopa Yusuf melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Agus Sugianto kepada Harian umum Kabar Sumatera mengatakan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada para kepala SMA/SMK sederajat untuk memperketat pengawasan pada saat KBM berlangsung, sehingga tidak ada pelajar yang berani bolos.

“Yang menjadi dilema selama ini adalah, dari rumah anak tersebut pamit ke sekolah dengan orangtuanya, tapi kadang mereka tidak sampai ke sekolah tapi bolos ada yang ke warnet dan tempat nongkrong lainya,dan membuat surat izin sendiri,” ceritanya kepada wartawan.

Nah, masalah inilah,kata Agus, yang selama ini terjadi di Kota Lubuklinggau. Untuk pengentasannya tentu dibutuhkan peran orangtua untuk mengawasi anaknya dari rumah ke sekolah,kemudian tugas kepala sekolah dan guru jika mereka sudah masuk ke halaman sekolah.

Serta peran masyarakat untuk menegur dan melaporkan kepada pihak sekolah jika ada pelajar yang bolos.

Terutama para pengelola warung internet (warnet) sangat diperlukan agar tidak menerima pelanggan yang mengenakan seragam sekolah saat jam belajar berlangsung,kecuali siswa tersebut mengantongi izin/dispensasi dari sekolah.

“Kalau pusat perbelanjaan sudah lama menerapkan hal itu, mereka tidak menerima pengunjung yang berseragam sekolah. Nah, coba warnet dan tempat biliar juga begitu, saya rasa kerjasama dalam mendidik dan membina generasi muda bisa dijalankan,” terangnya.

Dia berharap semua element masyrakat dapat bahu membahu bersama pemerintah melakukan pengawasan yang sama terhadap generasi muda,karena kewajiban mendidik dan membina tidak hanya melekat pada pemerintah,melainkan seluruh masyarakat.

Karena, seorang anak jauh lebih banyak waktu diluar sekolah yang hanya dari pukul 07.00-13.30 WIB, sedangkan dari jam pulang sekolah masih sangat panjang. Di sinilah dibutuhkan peran serta orangtua,keluarga, dan masyarakat memberikan kepedulian terhadap perkembangan anak.

“Lingkungan sosial itu sangat mempengaruhui seseorang, jadi peran orangtua,keluarga dan masyarakatlah yang mengawasi mereka di lingkungan sosial setelah jam pulang sekolah,dan jam mereka di luar sekolah jauh lebih panjang dibanding mereka di sekolah,”jelasnya

Artinya, jika semua element berperan aktif,maka pelajar yang suka bolos saat KMB berlangsung bisa teratasi,begitu juga sebaliknya, jika peran hanya dibebankan kepada pemerintah tidak akan maksimal.

 

TEKS       : SRI PRADES

EDITOR   : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster