Warga Keluhkan Truk Batubara Ilegal yang Melintasi Pemukiman Warga

50 total views, 3 views today

MUARAENIM – Warga Perumahan Air Paku Tanjung Enim mengeluh, adanya angkutan batubara melintas di jalan mereka. Truk-truk bermuatan lebih dari 20 ton tersebut diduga berasal dari tambang rakyat atau tambang ilegal yang ada di Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul.

Kendaraan tersebut sampai sekarang masih melintas dari pagi hingga malam hari. Padahal Pemkab Muaraenim telah secara resmi memberikan peringatan tegas agar tidak ada lagi aktivitas penambangan batubara rakyat di Wilayah Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung.

Selain tidak ada kontribusi, kegiatan tersebut juga berdampak pada kerusakan lingkungan, seperti tanah longsor dan dampak lingkungan lainnya.

Pantauan Kabar Sumatera, Rabu (4/2), truk-truk tersebut menutupi muatannya dengan terpal sehingga tidak terlihat isinya. Diduga truk-truk tersebut berasal dari Tambang rakyat yang tak jauh dari perumahan Barak Tanjungenim.

Warga sekitar sudah sering memperingatkan kepada sopir-sopir truk agar melintas di jalan lain, akan tetapi mereka masih saja membandel. Warga meminta kepada pihak-pihak berwenang untuk dapat menindak mereka karena kegiatan teraebut sangat meresahkan warga BTN Air Paku Tanjungenim.

“Truk-truk batubara itu sering terlihat melintas dari Jam 14.00 WIB hingga 22.30 WIB. Warga meresahkan debu dan jalan menjadi rusak,” tutur Warga BTN Air Paku yang enggan namanya ditulis kepada koran ini, kemarin (4/2).

Menurut warga tersebut, dirinya sudah beberapa kali menjumpai truk-truk tengah melintas di depan rumahnya.

Kemudian, kata dia, warga bersama pemerintah setempat sempat memperingatkan kepada sopir-sopir angkutan tersebut untuk tidak menggunakan jalan BTN Air Paku, karena jalan itu tidak layak dilewati anggkutan bertonase sangat berat.

“Sudah sering saya foto, dan pernah masuk koran, tetapi tidak ada pihak-pihak berwenang yang menindaknya. Buktinya, truk-truk tersebut masih melintas,” ungkapnya.

Ditambahkan, Yayan (40), pengguna jalan mengungkapkan, angkutan batubara yang sering melintas di jalan warga tersebut sudah lama dikeluhkan warga sekitar.

Selama ini, menurutnya, belum pernah ada teguran maupun peringatan tegas dari pihak berwajib maupun pihak-pihak terkait. Dari aktivitas tersebut, akibatnya jalan menjadi rusak dan berdebu menimpa perumahan warga.

“Memang warga sudah lama mengeluh, tetapi belum ada tindakan pihak-pihak berwenang,” tuturnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR      : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com