Rendi Oktariza Akhirnya Divonis Mati

 845 total views,  2 views today

Rendi Oktariza (29), mantan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terbukti secara sah melakukan tindak pembunuhan sadis terhadap Maryam (37) pembantu rumah tangga dan Masnun (60) majikannya, divonis hukuman mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang, Rabu (4/2). | Foto : Bagus Kurniawan

Rendi Oktariza (29), mantan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terbukti secara sah melakukan tindak pembunuhan sadis terhadap Maryam (37) pembantu rumah tangga dan Masnun (60) majikannya, divonis hukuman mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang, Rabu (4/2). | Foto : Bagus Kurniawan

  • Pembunuh Sadis Pembantu dan Majikan

PALEMBANG – Rendi Oktariza (29), mantan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terbukti secara sah melakukan tindak pembunuhan sadis terhadap Maryam (37) pembantu rumah tangga dan Masnun (60) majikannya, divonis hukuman mati oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang, Rabu (4/2).

Entah apa penyebabnya jadwal sidang yang rencananya dimulai pukul 11.00 WIB sempat molor hingga pukul 16.00 WIB. Puluhan keluarga dari kedua korban pun tampak tidak sabar melihat terdakwa segera disidangkan.

Dari pantauan Harian Umum Kabar Sumatera di ruang sidang, nampak beberapa petugas keamanan PN dan anggota Polresta Palembang mengamankan ruang sidang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Begitu terdakwa Rendi memasuki ruang sidang, puluhan keluarga korban yang berada di luar ruangan langsung masuk dan berang serta melontarkan kata-kata cacian terhadap Rendi.

Namun, terdakwa Rendi pun hanya dapat terdiam dan tertunduk lesu di kursi pesakitan, saat hakim yang diketuai Togar membacakan vonis mati. Sontak, keluarga korban tidak henti-hentinya berteriak di ruang sidang.

“Saya puas atas vonis hakim, dia (terdakwa, red) harus dihukum yang setimpal, setelah apa yang diperbuatnya dengan ibu saya,” ujar Reka (30), anak dari Maryam.

Jaksa menilai bahwa perbuatan mantan polisi itu secara sah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Tidak ada yang meringankan perbuatan terdakwa. Kami menuntut terdakwa Rendi dengan hukuman mati,” tegas Togar saat membacakan vonis.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seusai mendengarkan vonis Hakim, terdakwa Rendi langsung diamankan petugas dan dimasukan ke dalam mobil tahanan kejaksaan Palembang.

Diketahui, terdakwa Rendi Oktariza merupakan pelaku pembunuhan terhadap Maryam dan Masnun. Pembunuhan terjadi di rumah korban di Jalan RW Monginsidi, RT 1, RW I, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang pada Sabtu 23 Agustus 2014 pukul 14.00 WIB.

Korban Maryam ditemukan tewas dengan 30 luka tusukan dan Masnun dengan enam tusukan. Selanjutnya terdakwa Rendi mengambil perhiasan emas dan uang puluhan juta rupiah milik korban.

Usai membunuh korban, terdakwa Rendi sempat melarikan diri dan akhirnya ditangkap jajaran Reskrim Polresta Palembang di Tangerang, Rabu 10 September 2014.

Rendi nekat menghabisi nyawa Maryam yang masih keluarganya itu lantaran korban terus menagih hutang kepada terdakwa sebesar Rp20 juta. Saat itu Rendi tepergok oleh Masnun. Masnun pun tewas di tangan mantan polisi tersebut.

 

TEKS       : CHANDRA WAHYUDI/OSCAR RYZAL

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster