Listrik Sering Padam, Pengasah Batu Akik Meradang

 596 total views,  2 views today

Ilustrasi Aktivitas Mengasah Batu Akik, menggunakan Mesin, | Foto : Ferry hotman

Ilustrasi Aktivitas Mengasah Batu Akik, menggunakan Mesin, | Foto : Ferry hotman

LUBUKLINGGAU – Pemadaman listrik yang akhir-akhir ini sering dilakukan PLN Persero Lubuklinggau membuat para pengasah batu akik dan tukang pangkas rambut di Bumi Sebiduk Semare meradang dan merugi.

Betapa tidak, penggerakan utama dua usaha kecil ini hanya mengandalkan tenaga listrik PLN,sebab mesin gerinda dan alat potong rambut tak bisa bergerak jika tak disuplay tenaga listrik.

Akibatnya, usaha kecil di Lubuklinggau ini mengalami kerugian,karena selama listrik padam mereka tidak bisa menjalankan roda usaha yang digeluti.

Udin (30), pemilik pangkas rambut Jogja yang berada di Jalan Majapahit, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, saat berhasil diwawancarai Kabar Sumatera mengeluhkan pelayanan PLN Lubuklinggau yang akhir-akhir ini kerap melakukan pemadaman listrik dalam waktu lama.

” Sekarang memang sering mati lampu, kemarin-kemarin saja hampir setengah hari padamnya, kalau listrik padam otomatis kita tidak bisa memotong rambut konsumen kita, yang akhir-akhirnya pendapatan berkurang,” ketusnya.

Melayani pangkas rambut satu pelangganya, memakan waktu lebih kurang 30 menit. Bayangkan saja, kalau listrik padam enam jam berarti sudah kehilangan pendapatan 12 pelanggan.

“Untuk dewasa 10 ribu, anak-anak 7000, kalau listrik mati setengah hari sudah Rp120 ribu saya pendapatan saya berkurang,” keluhnya.

Terpisah, Budi salah satu pengrajin batu akik di wilayah Lubuklinggau Barat mengatakan, pemadaman listrik sangat berpengaruh terhadap bisnis asah batunya, karena seluruh alat pengasah mengandalkan listrik PLN.

“Saya tidak ada mesin genset (generator set, red), usaha kecil seperti kami ini tidak banyak yang mampu membeli genset,” ujarnya.

Para pelaku usaha kecil berharap PLN Lubuklinggau dapat meningkatkan pelayanan agar tidak merugikan kantong dan menyekik leher pelaku bisnis kecil.

Sementara itu, Manajer PT PLN Lubuklinggau, Agus saat dikonfirmasi menerangkan pemadaman tersebut dilakukan karena adanya tebas bayang. Tebas bayang ini sendiri menurut jadwal dari 4 sampai 18 februari 2015.

” Daripada membahayakan petugas jadi lebih baik kita lakukan pemadaman, kalau jadwal 4-18 Februari 2015,tapi tidak seluruh wilayah,” kata dia.

TEKS : SRI PRADES

EDITOR : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster