Hanya Gara-gara Senggolan Badan, Tiga Orang Tewas dan Tiga Luka Serius

 406 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

MURATARA – Tersebab senggolan badan memicu perkelahian maut yang membuntut dengan tewasnya dua karyawan PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS). Aksi perkelahian antara kelompok kerja karyawan Heriyanto dan Heriyansya ini berlangsung Rabu (4/2) pukul 09.00 WIB di Base camp PT BSS, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara.

Alhasil, akibat perkelahian tersebut tiga orang meninggal dunia dan dua dari kelompok Heriyanto yakni Heriyanto (29) di PK Kantor PT BSS, warga Karya Makmur bernama Aljazair (35) PK Bibit, warga Karya Makmur, dan kelompok Heriyanto yakni Nopri (30) warga desa Sumber Makmur. Sementara karyawan yang mengalami luka serius yaitu Heriyansyah (35) PK PT BSS warga Desa Jadi Mulya Ridan, Lesi (26) PK PT BSS Desa Srijaya Makmur, dan Paskaran (32) warga yang bermukim di Desa Sumber Makmur.

Informasi dihimpun Harian Umum Kabar Sumatera di lapangan, peristiwa perkelahian ini bermula Selasa (3/2) pukul 20.15 WIB, di mana Heriyanto memasuki Gudang Waserda dan menyenggol badan Heriyansyah. Kejadian ini seketika memancing amarah Heriyanto dan terjadi adu mulut, namun tidak sampai bekerlahi.

Nah, esok paginya, gayungpun bersambut. Heriyanto bersama rombongannya berniat ingin bertemu Heriyansa. Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Heriyanto bertemu dengan Heriansyah di Gudang Waserda. Kali ini, benar-benar terjadi perkelahian maut. Yang mana diduga kelompok Heriyanto sebanyak lima orang dan Heriyansyah juga berjumlah lima orang.

Binsar Sitorus, Jenderal Manajer (JM) PT BSS menyebutkan, dirinya belum mengetahui asal mula mengapa terjadi perkelahian berdarah antara kelompok Heriyansa Cs dengan Heriyanto Cs.

“Yang jelas sekarang ini kita sudah membuat berita acaranya dan melapor ke atasan di Kota Palembang. Setelah mengetahui adanya kejadian tersebut, kami membawa semua korban ke puskesmas terdekat,” cetusnya.

Jelas Binsar Sitorus, bahwa memang warga di sekitar area perkebunannya tersebut gampang dimasuki siapa saja, karena posisi wilayah berada di perkampungan. “Untuk tindak lanjutnya kami menunggu petunjuk dari atasan,” ujarnya.

Camat Nibung Tarmisi melalui Kasih PMD Idris mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi setelah mengetahui adanya kejadian tersebut. Ia telah mengumpulkan data dan melaporkan ke Pemeritah Kabupaten Muratara.

“Kita langsung ke TKP dan suasana sudah kondusif. Dan, kita juga melapor ke Pjs Bupati Muratara Agus Yudiantoro,” paparnya.

Terpisah, Kapolres Mura AKBP Nurhadi Handayani didampingi Kasat reskrim AKP Teddy Ardian mengatakan, usai kejadian berdarah di PT BSS, pihak Polres Mura menggelar siaga dengan menurunkan personil. Sedangkan tiga orang yang tewas akan dimakamkan hari ini Kamis (5/2) pukul 14.30 WIB.

“Tiga orang yang mengalami luka pun sudah dirawat di RSUD Rupit dengan dikawal ketat anggota Polisi dari Polsek Nibung dan Polsek Rupit,” katanya.

Tutur Nurhadi, setelah diselediki ternyata keributan yang terjadi melibatkan dua keluarga yang berdomisili berlainan desa saat diserahkan ternyata, orang tua korban masih ada hubungan keluarga.

“Untuk sementara ini, situasi sudah kondusif. Juga kita sudah mempertemukan keluarga kedua belah pihak dengan tokoh masyarakat, dan Camat Nibung,” ungkapnya.

 

TEKS       : T MASRI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster