Tunjangan tak Kunjung Cair. Ribuan Guru di OKI Ancam Demo

 397 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Ribuan guru sertifikasi baik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), yang bertugas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus mempertanyakan kapan dicairkannya dana tunjangan sertifikasi untuk bulan Desember tahun 2014.

Terlebih, tunggakan pembayaran melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini hanya terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan (Diknas) OKI, sementara di kabupaten/kota lainnya di Sumsel sudah dibayar penuh selama 12 bulan.

Jika dalam waktu dekat belum ada kepastian terkait pencairan dana tunjangan sertifikasi bagi guru ini, maka ribuan guru di OKI mengancam akan melakukan demo ke Kantor Diknas OKI maupun ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel di Palembang. Sebab, diduga tunjangan sertifikasi guru ini ditilep oknum di dinas/instansi yang bersangkutan.

“Uang sertifikasi ini adalah tunjangan bagi guru-guru yang lulus ujian sertifikasi. Besarannya 1 bulan gaji pokok dan akan naik secara berkala sesuai kenaikan gaji pokok guru yang bersangkutan. Nah untuk tahun 2014, kami baru menerima untuk 11 bulan, untuk bulan Desember belum dibayarkan,” ujar guru sertifikasi berinisial HR, kemarin (3/2).

Mengenai alasan belum dibayarkannya uang sertifikasi bulan Desember 2014, kata dia, pihak Diknas menyatakan memang dana yang dikirim dari pusat hanya untuk 11 bulan.

“Tapi kami tidak percaya hal itu, karena untuk daerah lain tidak terjadi masalah. Kalau memang permasalahannya dari pusat, kenapa hanya OKI yang belum dibayarkan,” tegasnya.

HR menuturkan, pada 20 Januari 2015 lalu ada informasi bahwa dana tunjangan sertifikasi tahun 2014 yang belum dibayarkan akan segera dicairkan.

“Jadi kesannya kami selaku guru-guru ini dibohongi dan kalau permasalahannya dari pusat, maka akan terjadi di seluruh Diknas Kabupaten/Kota di Sumsel. Kalau dalam waktu dekat belum juga ada kepastian, maka kami akan demo dan menghadap Bupati OKI,” tegasnya.

Guru sertifikasi lainnya berinisial DN menambahkan, pihaknya menduga, dana tunjangan tersebut telah “dinikmati” oknum-oknum di Diknas OKI, yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau tahun yang sudah lewat belum juga dibayarkan, nanti hingga akhir tahun 2015 tetap terjadi penunggakan, karena yang mereka bayarkan untuk tahun 2014 adalah dana yang bersumber dari APBN untuk dana tunjangan sertifikasi tahun 2015. Seperti itu terus selanjutnya,” bebernya.

Para guru meminta kepada Bupati OKI, Iskandar SE untuk turun tangan mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi para pahlawan tanpa tanda jasa ini.

“Kalau dulu memang dana itu kami terima melalui rekening guru masing-masing. Tapi sekarang dana dari pusat dikirim ke rekening Diknas terlebih dulu, nanti baru guru yang bersangkutan mengambilnya melalui bagian keuangan Diknas atau bendahara,” tandasnya.

Kepala Bidang Sekolah Menengah (SMP) Dinas Pendidikan OKI, Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya tidak mengetahui persis permasalahan tersebut lantaran bukan dirinya yang mengurus tunjangan sertifikasi tersebut.

“Saya tidak mengurusi masalah dana tunjangan sertifikasi, silahkan tanyakan langsung ke Bagian Keuangan. Namun setahu saya memang dari pusat dananya belum dicairkan,” ujarnya.

Sementara Kepala Diknas OKI, Drs Zulkarnain MM melalui Sekretarisnya, Husni permasalahan membantah jika tunjangan sertifikasi guru tersebut telah “ditilep” pihak Dinas Pendidikan.

“Bukan dipotong atau ditilep, tapi memang dana dari pusat hanya untuk membayar tunjangan 11 bulan. Hal itu karena ada penambahan guru yang juga berhak menerima tunjangan sertifikasi di OKI,” ucapnya.

Namun, kata Husni, pihaknya akan memperjuangkan agar para guru sertifikasi bisa mendapatkan haknya secara penuh.

“Telah kita usulkan ke pusat dan akan dibayarkan tahun 2015 ini. Tolong juga sampaikan kepada para guru-guru sertifikasi bahwa ini bukan terjadi pemotongan, karena uangnya dikirim pihak pusat langsung ke rekening guru yang bersangkutan, bukan ke rekening Diknas,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, permasalahan belum dibayarkannya dana sertifikasi bagi guru sertifikasi di OKI hingga melebihi tahun anggaran bukan kali pertama terjadi.

Sebab, pada tahun 2013 lalu, sebanyak 1.899 orang guru sertifikasi baru menerima hak mereka pada Februari 2014 atau lewat dua bulan dari waktu yang seharusnya.

Padahal, dana yang bersumber dari APBN tersebut sudah diterima pihak Diknas OKI pada tahun anggaran berjalan.

 

TEKS           : DONI AFRIANSYAH

EDITOR       : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster