Terkait Kasus Tipikor Samsat Palembang, Pegawai Dispenda Diperiksa

 309 total views,  3 views today

Kantor Samsat Kota Palembang. | Dok KS

Kantor Samsat Kota Palembang. | Dok KS

PALEMBANG – Untuk mempercepat menyelesaikan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Samsat Palembang, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) terus memeriksa beberapa saksi, kali ini pegawai Negri Sipil (PNS) dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sumsel diperiksa, Selasa (3/2).

Menurut Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir, pegawai yang diperiksa adalah PNS yang berinisial Y. Ia datang sendiri memenuhi panggilan penyidik yang sudah dilayangkan beberapa hari yang lalu.

“Y mendatangi pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB. Y dicecar belasan pertanyaan oleh penyidik dan ia didampingi oleh pengacaranya,” jelas perwira yang berpangkat melati dua ini.

Tambah Imran, pemeriksaan terhadap Y masih dalam proses pelengkapan berkas dugaan korupsi dana setoran pajak di Samsat Palembang.

Sebelum Y, sudah ada beberapa pejabat dan PNS di Dispenda Sumsel yang menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Dilanjutkan Imran, dalam menjalani pemeriksaan, Y sangat koperatif. Dirinya menjawab puluhan pertanyaan yang diberikan oleh penyidik sesuai dengan porsi yang ia ketahui.

“Y di periksa sebagai saksi terkait dugaan tipikor Samsat Palembang. Y kita periksa lantaran kuat dugaan Y mengetahui alur dari dana setoran pajak tersebut,” kata Imran.

Selain dari Disependa Sumsel dan Samsat Palembang, lanjut Imran,pegawai dari Bank Sumsel-Babel (BSB) Jakabaring Palembang dan Jasa Raharja Sumsel juga sudah diperiksa.

Pegawai dari kedua perusahaan plat merah itu dipanggil karena dalam pengoperasioan setoran pajak di Samsat Palembang melibatkan BSB Jakabaring dan Jasa Raharja. Instansi-instansi lain yang dinilai berkaitan dengan dana setoran pajak kendaraan roda dua di Samsat Palembang ini pasti akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Selain untuk kelengkapan berkas menjelang dilimpahkan ke pihak kejaksaan, lanjut Imran, pemeriksaan saksi ini juga permintaan dari BPK Palembang. Selain barang bukti berupa dokumen, keterangan saksi ini juga dipakai untuk audit kerugian negara, yang sampai saat ini belum diketahui hasilnya.

Seperti diketahui, BPK Palembang menemukan indikasi korupsi dalam dana setoran pajak kendaraan bermotor tahun 2012 di Samsat Palembang. Adapun modusnya diduga dengan memotong anggaran setoran pajak yang hendak disetorkan ke bank.

Misalnya, wajib pajak membayar uang pajak kendaraannya sebesar Rp 4 juta, oleh pelaku pajak tersebut hanya disetorkan Rp 2 juta. Sementara sisanya senilai Rp 2 juta tidak disetorkan tersangka hingga negara mengalami kerugian.

 

TEKS       : OSCAR RYZAL

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster