Seluruh Kapolsek Sumsel Jalani Pelatihan

 336 total views,  2 views today

PALEMBANG – Untuk menambah wawasan terhadap kemajuan teknologi dan modus-modus terbaru dari pelaku-pelaku kriminalitas di Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Iza Fadri memerintahkan seluruh Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolsek) yang berada di Sumsel, untuk menjalani pelatihan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Bentung.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, pelatihan yang kini diikuti seluruh kapolsek di Sumsel yang berjumlah 153 orang.

“Jadi, pelatihan ini bertujuan sebagai bentuk antisipasi seluruh kapolsek menyikapi modus-modus operandi terbaru dari pelaku kriminal. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan, mereka bisa mengungkap pelaku-pelaku kriminal yang kian lihai mengelabui korps kepolisian dalam memuluskan tindak kriminal yang dilakukan,” kata Djarod, Selasa (3/2).

Dikatakan Djarod, pelatihan ini sudah berlangsung sejak Senin (2/2) dan akan terus berlangsung selama sepekan. Di Betung, seluruh kapolsek akan menerima bahan pelatihan dari pejabat di Polda Sumsel.

Isinya tentang mempelajari modus-modus baru tindak kriminal, pemahaman tugas pokok sebagai kapolsek, sosialisasi kebijakan pimpinan, teknik dan taktik penyelidikan terhadap berkembangnya modus-modus baru para pelaku kriminal.

Masih kata Djarod, beberapa tindak kriminal yang diprioritaskan untuk diantisipasi modus operandinya adalah pegedaran narkoba dan senjata tajam.

Menurut Djarod, dua bentuk tindak kriminal ini terus berubah-ubah dan sangat sering mengelabui aparat kepolisian yang ada di lapangan.

Parahnya, dua-duanya sangat berdampak negatif bagi masyarakat banyak. Yang satu merusak kesehatan, yang satu menganggu kenyamanan masyarakat dan bisa menghadirkan bentuk kriminal yang lebih besar.

Disinggung mengapa hanya kapolsek yang diharuskan mengikuti pelatihan, lanjut Djarod, dikarenakan polsek merupakan satuan Polri yang paling dekat dengan masyarakat. Sebab itu, dengan pembekalan ilmu pengetahuan yang dimiliki kapolseknya diharapkan mampu menjadi pendeteksi dini pencegahan tindak pidana terjadi.

Kapolsek dan seluruh anggotanya di polsek dinilai lebih mengetahui keadaan keamanan di lingkunganya ketimbang satuan di polres atau di Polda Sumsel. Untuk itulah para kapolsek dinilai harus ditambah pengetahuanya.

“Apa-apa yang didapat di Betung nanti harus mereka sampaikan kepada anggotanya masing-masing supaya bisa segera dijalankan dalam tugas masing-masing. Kegiatan ini baru pertama kali ini dilakukan di wilayah Polda Sumsel dan direncanakan menjadi agenda rutin mengingat modus pelaku kriminal yang terus berubah,” kata Djarod.

Selama sepekan, jelas Djarod, materi pelatihan yang diberikan berbeda-beda. Para kapolsek akan mendapat pembelajaran dari Kabid Propam Polda Sumsel, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, dan lain-lain.

 

TEKS       : OSCAR RYZAL

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster