Polda Sumsel Antisipsi Bahaya Narkoba LSD

 623 total views,  2 views today

Ilustrasi Narkoba LSD | Liputan6.com

Ilustrasi Narkoba LSD | Liputan6.com

PALEMBANG – Adanya Lysergic Acid Diethylamide (LSD) sebagai narkoba yang mematikan, sudah terdapat sejak tahun 1947. Sementara, di Indonesia sendiri, narkotika yang efeknya membuat pemakai berhalusinasi tersebut, peredarannya sudah terjadi sejak tahun 1990.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova menjelaskan, efek yang terjadi saat mengonsumsi LSD, sangat memungkinkan apa yang terjadi pada Christoper Daniel Sjarif (23), yang menewaskan empat orang, di Arteri Pondok Indah Jakarta. Pasalnya, efek halusinasi yang ditimbulkan sangat tinggi.

“Efek dari konsumi LSD ini, mengakibatkan orang berhalusinasi. Yang secara umum, disoerientasi ruang dan waktu, dan mispersepsi panca-indra. Bahkan, bisa juga berhalusinasi melihat mata kucing, justru seperti melihat harimau,” kata Djarod.

Tambah Djarod, adapun jenis LSD yang selama ini sudah pernah ditangkap penjual dan pemakainya adalah ekstasi di Sumsel. Namun, LSD ternyata bukan hanya di satu jenis itu saja.

“Yang belum kita ungkap LSD dalam jenis cair dan kertas. Bahkan, ada juga yang seperti permen atau makanan yang bersa manis. Ini yang masih kita telusuri lebih lanjut,” kata Djarod.

Dikatakan Djarod, siapa saja bisa memproduksi narkoba jenis LSD. Pasalnya, LSD terbuat dari bahan berupa jamur yang bisa tumbuh di sebagian besar wilayah di Indonesia.

Jamur jenis tertentu itu selanjutnya diolah untuk menjadi LSD. Bahkan, tanpa diolah, jamur tersebut sudah bisa memberikan pengaruh bagi mereka yang mengkonsumsinya.

Mereka yang mengkonsumsi LSD, lanjut Djarod, sangat rentan mengalami halusinasi tingkat tinggi. Jika dipakai berlebihan, bisa menyerang otak dan membuat seseorang sakit parah bahkan tewas. Tak heran, LSD menjadi salah satu jenis narkoba yang sangat membahayakan.

Mencegah peredaran LSD di masyarakat, beber Djarod, seluruh anggota akan dibnerikan pemahaman tentang ciri-ciri narkoba ini. Langkah awalnya akan disosialisasikan melalui seluruh kapolsek di wilayah hukum Polda Sumsel.

Sebab itu, peredaran LSD menjadi bahan pelatihan untuk seluruh kapolsek yang saat ini tengah menempuh pelatihan di Sekolah Kepolisian Negara Betung Sumsel.

“Yang kita fokuskan itu cara peredaranya dan bentuk dari LSD itu sendiri. Kita juga akan kordinasi dengan instansi lain supaya bisa mensosialisasikan LSD kepada masyarakat,” Pungkas Djarod.

 

TEKS         : OSCAR RYZAL

EDITOR     : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster