Peredaran Apel Amerika Belum Dimonitor

 626 total views,  2 views today

Buah Apel asal Amerika yang masih dijual bebas di beberapa Pasar Swalayan. | Foto : Dok KS

Buah Apel asal Amerika yang masih dijual bebas di beberapa Pasar Swalayan. | Foto : Dok KS

PAGARALAM – Seiring maraknya pemberitaan mengenai peredaran buah apel jenis Granny Smith dan Gala Royal asal California Amerika Serikat yang mengandung bakteri Listeria Monocytogenes, ternyata belum dimonitor di Bumi Besemah ini.

Alpian, salah seorang pedagang buah di kawasan Pasar Induk terminal Nendagung mengaku, sejak beredarnya informasi apel berbakteri, para pembeli lebih suka membeli apel lokal.

“Konsumen apel impor menurun drastis, bukan karena harganya mahal, tapi adanya informasi bahwa apel tersebut mengandung bakteri,” katan pria yang menjadi Agen Buah Pagaralam ini, kemarin (3/2).

Ditambahkan Indun, pedagang lainnya mengemukakan, saat ini konsumen untuk apel impor maupun lokal tutun drastis, bahkan enggan membelinya karena khawatir bebera jenis apel lainnya ikut tertular.

“Mereka lebih memilih membeli buah-buahan lain seperti mangga atau duku, apalagi saat ini mulai banyak di pasaran,” singkatnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Dispeindagkop UKMPP) Kota Pagaralam, Rahmat Madroh SSos melalui Kabid Perdagangan Rano Fahlesi mengemukakan, sejauh ini pihaknya belum memonitor langsung atau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

“Informasi yang beredar memang ada beberapa jenis apel yang terkena bakteri terutama apel asal Amerika. Meski begitu, kami belum melakukan monitor ke para pedagang buah,” ujarnya, kemarin.

Ia mengatakan, saat ini banyak terdapat pedagang atau penjual buah apel di Bumi Besemah ini, tapi apel yang dicurigai mengandung bakteri tadi adalah jenis apel hijau green apple dan apel galah yang mempunyai ciri-ciri warna merah.

“Jenis apel dimaksud memang dijual cukup mahal hingga Rp40 ribu lebih per kilonya. Sementara jika dibandingkan dengan apel malang atau apel brastagi memang jauh selisih harganya” kata Rano.

Meski begitu lanjutnya, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan akan melakukan sidak ke para pedagang apel.

“Pastinya kami akan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait perihal keamanan mengonsumsi apel impor dimaksud,” terangnya.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN

EDITOR  : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster