Perajin Rotan di Palembang Kesulitan Bahan Baku

PALEMBANG – Perajin rotan di Kota Palembang akhir-akhir ini kesulitan memasok bahan baku rotan. Alasannya, produk rotan dianggap dilindungi pemerintah. Namun begitu, para perajin masih saja tetap eksis.

“Usaha kerajinan rotan ini saya mulai sejak tahun 2000, sampai hari ini saya masih bisa bertahan, walaupun sekarang bahan baku rotan sulit didapatkan,” cetus Rizal, perajin rotan, kepada Harian Umum Kabar Sumatera di Kelurahan 3 Ilir, Lemabang, Selasa (3/2).

Kata Rizal, memang selama ini hasil kerajinan rotan lebih berbilang praktis, harga terjangkau, dan juga tahan sampai turun temurun .

“Dibandingkan dengan produk-produk lain zaman sekarang di mana harganya cukup tinggi dan juga tidak tahan lama. Mungkin itulah menyebabkan masih banyak peminat produk kerajinan rotan ini,” ucapnya.

Rayla menyebutkan, bahwa pengerjaan dalam menyelesaikan satu buah produk kerajinan rotan ini tergantung bentuknya. Dalam satu set ayunan bayi, dia bisa menyiapkan  satu buah sehari. Namun, kalau rangkanya bisa lima rangka dalam sehari.

“Tergantung bagaimana sistem kerja. Kalau banyak istirahat, lama juga baru selesainya. Tapi kalau memang dari pagi mengerjakannya, banyak pula yang siap,” ucapnya.

Permasalahan atau kendala yang dihadapi selama ini dijelaskan Rizal terkait dengan pemasaran dan bahan bakunya. Dahulunya pesanan dari usahanya sampai ke Jambi, dan daerah-daerah lainnya kartena kurang nya bahan baku jadi hanya bisa memenuhi kebutuhan di kota palembang.

“Itu tidak terjadi pada semua produk, misalnya permintaan terhadap keranjang sayur lumayan juga meskipun banyak yang beli eceran. Jadi permasalahannya tidak terlalu beratlah’’ ungkapnya.

Selain itu kendalanya juga terkait dengan bahan baku yang lama sampainya. “Terkadang ketika orderan banyak tetapi bahan bakunya putus, ya jadinya menunggulah,’’ tambah Rayla yang mengaku memesan bahan baku dari Cirebon dan petani-petani Kampar.

“Permintaan terhadap produk kerajinan rotan ini tidaklah terlalu merosot. Apalagi pas jelang Idul Fitri banyak sekali perusahaan ataupun perorang yang memesan keranjang parsel, kita pun mempersiapkan bahan dan kerajinan nya dari jauh hari sebelum Idul Fitri,” ucap Rizal.

Rizal yang sudah bekerja hampir 10 tahun bersama suaminya tersebut, mengakui dalam satu hari beliau bisa menjaul 4 sampai 5 kerajinan bahkan lebih tergantung pemesanan. Terkait dengan harga, Rizal menjelaskan jauh murah dibandingkan dengan harga-harga barang dari pabrik.

 

TEKS        : CANDRA WAHYUDI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com