Palembang Dapat Alokasi 15 Ribu Unit Rumah MBR

 266 total views,  2 views today

PALEMBANG – Tahun 2015 ini, Kota Palembang mendapatkan alokasi pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dari Pemerintah Pusat, sekitar 15 ribu unit. Namun, pembangunan sedikit terkendala terkait perizinan dan retribusi.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Realsetate Indonesia (REI) Sumsel Harriadi Benggawan meminta kepada Pemerintah kota (Pemkot) Palembang, memberikan kemudahan dalam mengurus perizinan, yang dilakukan perusahaan pengembang perumahan MBR di Palembang.

“Alokasi pengembangan rumah MBR di Sumsel lebih kurang 230 ribu unit. 30 persennya difokuskan di Palembang, artinya tahun 2015 ini Palembang dapat 15 ribu unit MBR. Untuk mewujudkannya, kami butuh dukungan dari masing-masing daerah, salah satunya Palembang. Karena, alokasinya paling tinggi dibandingkan daerah lain di Sumsel,”ungkapnya, usai audiensi dengan Plt Wali Kota Palembang, di kantor Sekretarit Daerah (Setda) Palembang, Selasa (3/2).

Harriadi menyebutkan, pihaknya berharap kemudahan dalam pengurusan izin di kabulkan Pemkot Palembang, karena hal itu berkaitan erat dengan kecepatan pembangunan.

“Prinsipnya Pemkot Palembang mendukung soal percepatan perizinan. Namun, untuk retribusi mempercepat dalam hal perizinan, akan dipelajari lebih dulu,” katanya.

Harriadi mengaku, keuntungan pengembang perumahan MBR kecil. Karena itu, keringanan retribusi sangat diharapkan pengembang.

“Untuk harga rumah MBR Tahun 2015 ini maksimalnya Rp110,5 juta. Setiap pengembang juga dapat menjual di bawah harga maksimal,”akunya.

Harriadi menambahkan, apabila Pemkot Palembang mengabulkan permohonan terkait keringanan retribusi. Pihaknya berjanji, target pembangunan rumah MBR di Sumsel akan tercapai.

“Dari 150 anggota REI di Sumsel, 80 persen diantaranya adalah pemain rumah MBR,”ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ucok Hidayat mengatakan, pada dasarnya Pemkot Palembang sangat mendukung target Pemerintah Pusat untuk menyalurkan rumah murah kepada MBR di Palembang. Namun, permintaan DPD Rei akan dikaji dahulu.

“Terkait keringanan retribusi, akan kami kaji dahulu,” dijelaskannya.

 

TEKS       : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster