Awas, Baju Impor Bekas Berbakteri

 351 total views,  2 views today

Baju impor bekas masih sangat di gandrungi khususnya Palembang,Padahal di dalam baju bekas tersebut banyak sekali mengandung bakteri. |  Foto : Ferry/KS.

Baju impor bekas masih sangat di gandrungi khususnya Palembang,Padahal di dalam baju bekas tersebut banyak sekali mengandung bakteri. | Foto : Ferry Hotman

PALEMBANG – Banyaknya baju impor bekas yang sudah masuk ke Indonesia, khususnya di Palembang, sepertinya sudah tidak bisa dihalangi lagi. Padahal di dalam baju bekas tersebut banyak sekali mengandung bakteri.

Terkait baju impor bekas yang ada di Pasar Senin Jakarta, pihak Kementrian Perdagangan (Kemendag) menilai penjualan baju bekas ini mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan beragam penyakit. Dengan adanya beberapa baju yang sudah di uji laboratorium oleh Kementrian Perdagangan (Kemendag) terungkaplah bahwa ada sekitar 216 bakteri yang tersebar di baju impor bekas tersebut.

Pantauan Kabar Sumatera di beberapa pasar yang menjual baju bekas, makin meningkatnya peminat dari baju bekas sarang bakteri ini, seperti di Pasar 16 Ilir, tepatnya di bawah Jembatan Ampera, pedagang bau bekas pun kian ramai, Selasa (3/2).

Awan, penjual baju impor bekas diakui nya, mendapatkan baju-baju bekas dari kota Batam, disinggung dengan baju bekas yang mengandung banyak sekali bakteri. Ia mengatakan, jika semuanya tergantung dari pembeli, yang terkadang pembeli bisa mengatasi sendiri untuk urusan yang satu ini.

“Pintar-pintar pembelinya sendiri sih, kalau menurut saya, apalagi kan ini barang bekas pasti tidak mungkin langsung dipakai tanpa dicuci dulu,” ujarnya.

Ada juga sebagian dari pembeli yang saat di jumpai Kabar Sumatera langsung memakai tanpa perlu dicuci terlebih dahulu, Hendra, misalanya, ia salah satu peminat baju impor bekas, ia mengaku jika sering sekali langsung memakai tanpa dicuci terlebih dahulu.

“Saya pecinta jaket impor, kalau sudah dapet yang bagus pasti langsung saya pakai saat itu juga, dan akan saya cuci setelah dua sampai 3 kali pakai,” katanya.

Lain lagi dengan Dini, penggila barang bekas ini selalu menjaga kebersihan setiap kali habis berburu baju-baju maupun barang bekas lainnya, ia akan selalu merendam dan mencuci nya terlebih dahulu sebelum dipakai.

“Wah, bisa gatal-gatal badan saya kalau tidak dicuci dulu, biasanya saya merendam nya dulu pakai air panas, setelah itu saya rendam lagi dengan deterjen, baru saya cuci dan saya setrika, biar aman, apalagi namanya baju bekas, bakterinya numpuk,” ucapnya.

 

TEKS       : YUNI DANIATI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster