217 Hektar Lahan KEK akan segera Dibebaskan

9 total views, 3 views today

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA) Banyuasin

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA) Banyuasin | Dok KS

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, pada Agustus mendatang memastikan akan meyelesaikan pembebasan lahan tahap pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA. Dari luasan sebanyak 2.030 hektare (ha) lahan yang dimanfaatkan sebagai lokasi KEK, tahap pertama tersebut seluas 217 ha yang akan dibebaskan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Project Manajemen Unit (PMU) KEK Sumsel, Regina Ariyanti saat diwawancarai usai Rapat Pertimbangan Teknis Pertanahan Tentang KEK, di ruang rapat Setda Sumsel, Selasa (3/2).

Regina mengungkapkan, perencanaan pembebasan lahan ini sendiri memiliki lima tahapan. Tahap pertamanya, di Agustus mendatang sedangkan tahap-tahap selanjutnya akan dilanjutkan tahun-tahun berikutnya juga.

“Lahan seluas 217 ha tadi, saat ini sedang dilakukan proses inventarisasi. Ini masuk di tahap pertama tadi yang kita targetkan selesai Agustus 2015 ini,” jelasnya.

Setelah inventarisasinya selesai, maka pihaknya akan mengetahui jumlah yang akan dibayar untuk lahan tersebut. Namun, dirinya memperkirakan dana yang disiapkan di tahap awal ini sebesar Rp50 Miliar dari APBD Sumsel.

“Dan kalau mau secara keseluruhan, lahan seluas 2.030 ha tadi dibutuhkan sekitar Rp600 miliar. Tetapi, dananya ini tidak turun sekaligus melaikan secara bertahap. Kemudian lahan seluas itu, bisa memakan waktu hingga sepuluh tahun bisa diselesaikan secara tuntas karena akan melalui langkah-langkah, tahapan, serta proses yang cukup lama juga,” bebernya.

Saat ini, lanjutnya, timnya sudah melimpahkan rencana pembebasan lahan ke Kabupaten setempat, yaitu Pemkab Banyuasin. Serta dari pihak Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP) juga dilibatkan.

Terkait dengan adanya rencana pembangunan bengkel RIG di KEK TAA tepatnya di Desa Teluk Payo, Kecamatan Banyuasin II (Banyuasin), Regina mengatakan pihaknya membahas pertimbangan teknis pertanahan dalam rangka penerbitan izin lokasi pembangunan bengkel RIG.

“PT Dex sebagai perusahaan yang membangun bengkel RIG, mereka meminta kepada Kakanwil BPN Sumsel dengan memohon lahan seluas 70 hektar. Kami juga disini membahas mengenai rencana desain dan jenis industri PT Dex nantinya,” pungkasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com