12 Orang di Ogan Ilir Positif Demam Berdarah

 410 total views,  2 views today

INDERALAYA – Untuk mencegah mewabahnya kasus Demam Berdarah (DBD) yang ditimbulkan dari serangan nyamuk “Aedes Aegepty”. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Kesehatan, Selasa (3/2) melakukan upaya pengasapan (fogging) di wilayah yang disinyalir tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegepty.

Salah satu lokasi yang dianggap rawan yakni di kawasan Kelurahan Indralaya Raya Kecamatan Indralaya Kabupaten OI seperti di Jalan Guru-guru, Serumpun, serta Perumahan Bhakti Guna. Berdasarkan data, jumlah pasien yang positif terkena penyakit DBD setelah dilakukan uji Laboratorium, sampai dengan saat ini berjumlah 12 orang.

Angka tersebut, sewaktu-waktu akan mengalami peningkatan. Karena, setelah merasakan gejala seperti demam, pasien pun langsung berobat ke rumah sakit yang ada di Palembang.

Kepala bidang Pemberantas Penyakit dan Pemeliharaan Lingkungan (P2PL) Dinkes OI, M Hadi Yuliansyah mengatakan, saat ini wilayah Kabupaten OI dan sekitarnya masih kategori kewaspadaan DBD alias belum memasuki status Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Oleh karena itu, untuk saat ini kita lakukan upaya pencegahan dengan cara pengasapan di titik-titik yang disinyalir rawan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegepty,” ujarnya. Lanjut, upaya pencegahan DBD melalui pengasapan, menurutnya cukup optimal, karena dengan melakukan upaya pengasapan dapat mencegah sekaligus membunuh jentik-jentik nyamuk aedes aegepty. “Untuk saat ini, Ogan Ilir masih memasuki tahapan kewaspadaan DBD,” jelas Hadi.

Sementara itu di Kecamatan Tanjung Batu, Dinas Kesehatan OI melalui Juru Pemantau Jentik melakukan pengasapan (fogging) diwilayah Kelurahan Tanjung Batu dan Kelurahan Tanjung Batu Timur. Pengasapan tersebut dilakukan dari rumah-kerumah diwilayah RT dua kelurahan tersebut.

Askari selaku Juru Pemantau Jentik Dinkes OI mengatakan, wabah penularan DBD saat ini sangat mengintai warga, untuk itulah pihaknya langsung turun kelokasi guna melakukan pencegahan sedini mungkin salah satunya dengan cara melakukan penyemprotan kepemukiman warga. “Petugas langsung turun melakukan PI (Penyelidikan Epidemidiologi) ke rumah penderita dan lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, nyamuk penyebar penyakit DBD mampu terbang hingga radius seratus meter. Selain itu untuk pencegahan, juga dilakukan pemeriksaan jentik dari tempat penampungan air maupun baju yang bergelantungan.

“Kami himbau kepada masyarakat agar lebih aktif dalam mencegah wabah penularan penyakit DBD dengan cara melakukan PSM (Pembasmian Sarang Nyamuk) yakni Menguras Bak Mandi, Menutup rapat tempat penampungan air, dan mengurus kaleng-kaleng bekas, termasuk tidur memakai kelambu. Bila pengegahan ini dilakukan secara maksimal dengan begitu wabah DBD tidak dapat terjangkit pada diri kita maupun terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

 

TEKS        : SUBHAN NOVIANDI

EDITOR    : JUNAEDI ABDILLAH

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster