Terendam Banjir, 500 Hektare Sawah di Lempuing gagal tanam

 417 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Intensitas hujan yang tinggi saat ini mulai membuat kawasan pertanian sawah tadah hujan di Kecamatan Lempuing terendam banjir. Setidaknya terdapat sekitar 500 hektare padi yang baru ditanam mati, akibat terendam banjir.

Camat Lempuing, Kabupaten OKI Imam Tohari, Selasa (2/2), mengatakan, sudah beberapa minggu ini debit air mulai tinggi.

“Di wilayah Kecamatan Lempuing seperti Desa Kepayang, Cahaya Tani, Sumber Makmur dan Desa Cahaya Makmur untuk saat ini sudah tergenang air, kemarin air sempat surut, tetapi belakangan debit air mulai tinggi lagi, setidaknya ada 500 lahan padi yang sudah ditanam oleh petani semuanya terendam,” kata Imam.

Setiap musim hujan sawah tadah hujan di Lempuing menurut dia memang sering kebanjiran.

“Kalau musim kemarau sawah di sini kekeringan, sementara saat musim hujan malah kebanjiran, kiriman dari OKU Timur. Petani saat ini berharap irigasi teknis yang masih dalam pembangunan, agar bisa secepatnya difungsikan, agar tidak terjadi gagal tanam dan gagal panen saat musim hujan atau kemarau,” jelasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Azhar menambahkan, memasuki musim hujan, pihaknya telah menetapkan status siaga bencana banjir sehubungan intensitas curah hujan yang terus meningkat.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya diperkirakan cuaca hujan yang terus terjadi di wilayah OKI dan sekitarnya dapat menyebabkan beberapa kecamatan di OKI terkena bencana banjir akibat luapan dari sungai, apa lagi kita terus mendapat kiriman air dari wilayah Kabupaten OKU Timur seperti halnya yang terjadi di Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya,” katanya.

Pihaknya memprediksi puncak dari banjir tersebut kami perkirakan pada bulan Maret dan April seperti tahun kemarin.

“Kalau di Lempuing Jaya tepatnya di Desa Sungai Belida, Lubuk Makmur, Mekar Jaya, sementara di Lempuing Induk itu Desa Kepahyang, Cahaya Tani, Cahaya Makmur dan Sumber Makmur, di sana lahan pertanian yang akan terendam,” terangnya.

Untuk selanjutnya berdasarkan pengalaman sebelumnya kata dia menetapkan status siaga banjir di beberapa wilayah OKI, seperti Kecamatan SP Padang, Pampangan, Jejawi, Tulung Selapan, Kayuagung, Lempuing dan Lempuing Jaya.

“Selama beberapa hari ini, guyuran hujan sangat tinggi dan ini memang sudah diprediksi seperti pengalaman tahun sebelumnya, akibat hujan lebat itu, beberapa wilayah di OKI tergenang banjir,” ujarnya.

‎Azhar menambahkan BPBD OKI bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI) OKI dan lainnya sudah membentuk posko penangggulangan bencana di daerah banjir tersebut.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten OKI, M Salim AF mengatakan, pihaknya siap 24 jam jika diperlukan untuk membantu warga yang terkena musibah banjir.‎ Saat ini, jumlah anggota relawan Tagana tercatat 61 personel yang berada di OKI.

“Tagana OKI selalu siap 24 jam dalam memberikan bantuan pertolongan kepada warga yang tertimpa musibah,” tandasnya.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster