Pemprov Sumsel Janji bisa Atasi Inflasi tahun ini

 141 total views,  2 views today

Ilustrasi Inflasi | Ist

Ilustrasi Inflasi | Ist

PALEMBANG – Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) menjamin sepanjang tahun 2015, angka inflasi bisa ditekan. Salah satunya dengan fokus terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok, untuk mengendalikan inflasi tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel Permana menegaskan, angka inflasi tahun ini lebih rendah ketimbang tahun lalu, yakin 4-5%. Menurutnya, laju inflasi Sumsel tertinggi tahun lalu pada bulan November- Desember mencapai 5,52%, meski angka tersebut menurutnya masih dibawah inflasi nasional sebesar 8,36%.

“Justru pada Januari lalu, Sumsel mengalami Deflasi sebesar 1,12%. Makanya, kondisi ini akan terus kita maksimalkan untuk menjaga inflasi tahun ini,” ujarnya usai rapat pengendalian Inflasi di Kantor Pemprov Sumsel, kemarin.

Ia berkata, laju inflasi Sumsel yang tinggi pada November dan Desember lalu, lantaran, imbas adanya perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pusat. Meski kemudian, setelah harga BBM turun, angka inflasi Sumsel berangsur turun bahkan hingga menunjukan deflasi pada Januari ini. Menurut dia, keberhasilan Sumsel menekan inflasi awal tahun ini juga didukung karena arus distribusi yang mulai stabil.

“Rata-rata harga turun dibulan Januari karena timbal bailk ongkos angkutan yang juga turun, berkat ini kita pun berhasil menekan harga kebutuhan pokok dikisaran 10 -14,5%,” katanya.

Selama ini, lanjutnya, ada sebanyak 17 bahan pokok yang mempengaruhi harga dipasar. Tetapi yang paling menjadi indikator yakni 9 bahan pokok seperti beras, gula, gandum, dan sebagainya.

Dalam menjaga laju inflasi kedepan, Permana menambahkan pihaknya juga akan memperhitungkan komoditas lainnnya, seperti cabe agar harganya dapat tetap terjaga dipasaran. Bahkan, dia meyakini komoditas cabe supply dan demand dipastikan pasokannya stabil hingga jelang Lebaran nanti.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya cabe selalu menjadi penyumbang inflasi, tapi mengingat Lebaran tahun ini akan jatuh dibulan Juni bisa kita pastikan komoditas cabe akan tetap aman dipasaran, hal itu lantaran produksi cabe kita paling melimpah pada bulan Juni. Juli dan Agustus, dan akan berkurang September hingga Oktober, kuncinya kita tinggal menjaga distribusi agar tetap lancar dan terkendali,” katanya.

Sementara Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri mengatakan, untuk menjaga inflasi Provinsi Sumsel telah mengefektifkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) baik ditingkat kabupaten, kota, dan provinsi.

Hal itu, menurutnya sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta tim TPID bergerak terdepan dalam menjaga laju inflasi nasional.

“Tim TPID Kita sudah melakukan aksi untuk menekan laju inflasi Sumsel kedepan, seperti kita ketahui inflasi Provinsi Sumsel terbaik se-Sumatera di tahun 2013 lalu, tentu kita kembali berpeluang untuk mengejar prestasi itu lagi mengingat saat ini kita telah mengalami deflasi dengan 1,12% ini” ujarnya.

Ruslan mengatakan, Tim TPID Sumsel akan terus berkoordinasi antara sesama komponen tim yang dilibatkan yakni Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten, Kota dan seluruh SKPD terkait.

“Kita tengah mengupayakan agar harga minyak disumsel diharapkan bisa relatif sama, tentu jika ini berhasil diharapkan inflasi kita tetap terjaga dan sesuai target,” tutupnya.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster