Empat TKS Disdukcapil OKI Ditangkap

 44 total views,  3 views today

KAYUAGUNG – Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Itulah ungkapkan yang pantas dialamatkan kepada empat orang TKS di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabuaten OKI, yang harus berurusan dengan hukum lantaran diduga melakukan praktek pemalsuan NIK KTP dan KK bagi pemohon yang ingin membuat lewat jalur “kilat” .

Keempat TKS itu digelandang anggota Satreskrim Polres OKI, kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi menangkap mereka berdasarkan laporan warga yang resah karena NIK KTP mereka tidak ada yang masuk saat mereka ingin berurusan administrasi NIK mereka tidak terdaftar.

Kapolres OKI, AKBP Erwin Rachmat, Sik melaui Kasat Reskrim, N Ediyanto, Sik, didampingi Kanis Pidum, Ipda Irwan Sidik, membenarkan adanya penangkapan terhadap Enam orang honorer di Disdukcapil OKI.

“Sebenarnya kita tangkap enam orang, tapi dua orangnya kita lepas karena tidak ada bukti kuat.” ujar Sidik seraya mengatakan penangkapan berdasarkan laporan dari warga. Kita selidiki ternyata benar,” ucapnya.

Menurut Kanit, mereka ditangkap karena pemalsuan NIK KTP dan KK, pihaknya tidak sampai disini saja. Melainkan akan memeriksa sejumlah saksi, mulai dari Kabid KTP hinga kepala dinas.

“Kita akan mintai keterangan Kabid dan Kadin nantinya. Siapa tahu dari hasil pengakuan tersangka masih banyak yang terlibat.” ungkapnya.

Sementara berdasarkan informasi yang didapat banyaknya oknum TKS yang bermain “kotor” di dinas tersebut. Mereka menawarkan jasa kepada masyarakat yang ingin membuat KTP dan KK dengan cepat, dengan cara memalsukan NIK.

Untuk mendapatkan KTP manual masyarakat bisa membayar dengan Rp50 ribu saja. Masyarakat yang ingin berurusan cepat dan butuh KTP tidak segan membayar dengan jumlah itu.

Namun sayang ketika KTP manual itu digunakan untuk urusan administrasi tidak bisa digunakan karena NIK-nya tidak terdaftar di pusat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kholik Hamdan, melalui Sekretarisnya, Agus Fauzi, ketika dikonfirmasi terkait ditangkapnya, anak buahnya.Enggan menjelaskan secara detail permasalahannya.

“Ya memang ada yang ditangkap polisi, tapi saya tidak tahu pasti masalahnya apa karena saat itu saya sudah pulang kerja, karena ditangkap para honorer tersebut sore hari,” akunya.

Lanjut Agus, untuk lebih pasti silakan tanya ke pihak Kepolisian biar lebih jelas.

“Kamu datang saja ke Polres, karena kami tidak mengadukan mereka, melainkan Polres langsung yang menangkap. Kalau saya banyak komentar nanti ada yang salah,” tandasnya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : FJ ADJONG


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com