Demam Berdarah Mengintai di Musim Hujan

 1,395 total views,  6 views today

PAGARALAM – Memasuki musim penghujan seperti saat ini, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty kerap menghantui masyarakat. Karenanya,

Dinas Kesehatan kota Pagaralam melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sandar Angin, berlokasi di wilayah Kelurahan Rebah Tinggi, Kecamatan Dempo Utara, mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah, dengan meningkatkan kebersihan lingkungan tempat tinggal.

“Musim penghujan seperti saat ini, serangan penyakit DBD memang kerapkali menjadi momok, terutama bagi masyarakat berada di wilayah pinggiran anak sungai. Untuk itu, diimbau agar warga biasakanlah menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, jangan sampai timbul jentik-jentik nyamuk,” kata Kepala UPTD Puskesmas Sandar Angin Henny Hestiana SKm, kemarin.

Menurutnya, keberadaan jentik-jentik nyamuk tersebut, biasanya teradapat di genangan air, yang berpotensi menjadi nyamuk aedes aegepty. Diharapkan agar semua eleman warga dan masyarakat, dapat proaktif melalui gerakan bersih-bersih lingkungan.

“Setidaknya hal itu dapar meminimilisir berkembangnya nyamuk penyebab deman berdarah,” katanya seraya berujar meski secara struktur wilayah kerja Puskesmas Sandar Angin, bukan merupakan endemis atau rawan penyakit DBD, yang disebabkan nyamuk aedes aegepty, tidak ada salahnya jika semua warga dan masyarakat dapat lebih mengaktifkan kembali kegiatan bersih-bersih lingkungan di tempat tinggalnya masing-masing.

Adapun salah satu cara untuk mengatasinya hal itu kata dia, pihaknya secara rutin melakukan penyuluhan kesehatan terpadu kepada masyarakat, dengan memberikan pengertian kepada masyarakat.

“Ya, menjaga kebersihan lingkungan begitu berarti, sehingga segala macam penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk tidak sempat menyerang masyarakat. Sementara untuk gejala penyakit demam berdarah, yakni panas tinggi dan timbul bintik-binti merah di tangan,” jelasnya.

Kalau sudah ada tanda-tanda seperti itu, lanjut dia, kepada yang bersangkutan agar cepat memeriksakan kesehatannya di pusat kesehatan terdekat.

“Sedangkan untuk pertolongan pertama yang dapat diberikan kepada penderita, bisa minum obat panas terlebih dahulu dan dalam kurun waktu 3 hari panas tidak juga turun maka si penderita harus di bawa ke dokter,” ujarnya.

 

TEKS       : ANTONI STEFEN

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster