Awas, Tipu Daya Penjahat Online

 292 total views,  2 views today

PALEMBANG – Saat ini sudah banyak sekali masyarakat yang mengetahui modus penipuan via sms, tapi mereka kini muncul dengan menggunakan modus baru, salah satunya via online melalui internet.

Penipuan yang berkedok jual beli online dengan beragam macam barang dari pakaian, sepatu, hingga alat-alat elektronik. Selain harga nya yang memang lebih murah, peminat pun tidak perlu capek untuk menelusuri pasar.

Cuma dengan modal mendaftarkan situs toko mereka dan mengcopy isi dari situs lain, hal ini dilakukan untuk mempersulit pelacakan informasi tentang modus penipuan mereka. Dan tak jarang ada pula yang menggunakan Facebook (FB) yang terlebih dahulu di hack untuk menjerat para korban nya.

Resti, salah satu pengguna jasa onlie, mengaku sering bertransaksi lewat online, dan tak jarang barang yang ia pesan tidak sampai kerumahnya. Bukan karena salah alamat, tapi memang barang yang ia pesan tidak pernah dikirim oleh si pelaku.

“ Saya memang suka sekali bertransaksi lewat jual beli online, karena saya tidak perlu capek untuk cari ke mall atau pasar, dan biasanya barang yang di jual lewat online harganya lebih miring dan terkadang barang nya juga jarang ada di mall atau dipasar,” katanya, Minggu ( 1/2).

Lanjutnya, meskipun pernah tertipu, Resti tidak pernah kapok untuk kembali bertransaksi lewat online, kejadian yang di alaminya ia anggap sebagai pelajaran untuk kedepannya dan untuk lebih teliti mencari penjual online yang memang benar-benar bisa dipercaya.

“Kalau untuk kedua kali nya, saya coba bertransaksi dengan nominal yang lebih sedikit, agar pada saat tertipu lagi, rugi nya tidak banyak, tapi biasanya juga saya tipikal yang cerewet kalau pesan sesuatu, biar di anggap cerewet yang penting barang saya sampai, tapi memang kalau mau instan ya, harus tanggung resiko, tapi juga harus pintar-pintar kita sebagai pembeli,” jelasnya.

Tidak hanya Resti, Dani pun pernah menjadi korban salah satu penipuan berkedok jual beli online, Dani yang mengaku belanja online untuk yang ke dua kalinya, mencoba peruntungan lagi lewat belanja online, dan ternyata mendapat apes hingga rugi Rp 500 ribu.

“Sekarang ini kapok untuk belanja online, kalau ada yang nyata-nyata saja biar aman,” ujarnya kepada Kabar Sumatera.

 

TEKS       : YUNI DANIATI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster