Soal UN Tanpa Pilihan Ganda Beratkan Siswa

 389 total views,  2 views today

ilustrasi UN | Ist

ilustrasi UN | Ist

PALEMBANG – Wacana tentang tidak adanya pilihan ganda dalam Ujian Nasional (UN) membuat sejumlah

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Prof Nizam, pekan silam, Senin (26/1), yang mengemukakan, soal (UN)  sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tidak lagi menggunakan pilihan ganda kedepannya. Katanya, hal ini dilakukan untuk mendorong para peserta didik berpikir pada tingkat yang lebih tinggi dan mendalam.

“Peserta tidak lagi dituntut untuk menghafalkan, namun memahami dan menganalisanya. Oleh karena itu, soal dibuat tidak lagi dalam bentuk check point (pilihan ganda) namun, dengan menganalisa dan menuliskan jawabannya,” jelas Nizam.

Namun lain di Jakarta, lain pula di Palembang. Terkait adanya kabar itu, sejumlah siswa di Palembang mengatakan  keberatan. Menurut mereka soal ujian pilihan ganda lebih mudah dari pada soal uraian. “Tambah susahlah kalau tidak ada pilihan ganda, banyak yang nak ditulis pas ujiannya,” kata Riki, siswa SMP 21 Palembang, Rabu (28/1).

Menurut Rizki, soal pilihan ganda memudahkan untuk mengingat jawaban yang telah di pelajari selama sekolah, sehingga memudahkan siswa mengetahui jawaban. “Kalau jawaban dengan uraian bisa panjang dan jawabannya, bisa-bisa lama selesai, apalagi kalau banyak soalnya, lain dengan pilihan ganda, bisa sebentar,” katanya.

Siswa kelas III ini mengungkapkan, mengatakan kalau dirinya akan mengalami kesulitan dalam menjawab soal UN, terutama saat harus menulis nama tempat sejarah atau nama-nama tokoh di Indonesia. “Takutnta dengan soal itu akan banyak salah karena bukan hanya satu mata pelajaran yang akan diujiankan, tapi banyak. Nanti aku bingungnya kalau sudah ada soal tentang nama-nama menteri atau nama apalah, kan banyak, pasti susah nak ingatnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sari, salah satu siswa lainnya mengatakan, pilihan ganda akan membuat dirinya lebih mudah untuk menjawab soal.  Dia berharap, agar pilihan ganda tetap diadakan. “Jangan pilihan ganda di hapus. Kalau ada soal uraian nggak apa-apa, tapi dak usah seluruh soal, kalau semuanya repot juga banyak yang nak ditulis,” jelasnya.

 

TEKS         : ANDI HARYADI

EDITOR      : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster