Meski Soal Tanpa Pilihan Ganda, Guru Tetap Siap Hadapi UN

 227 total views,  2 views today

 

ilustrasi UN | Ist

ilustrasi UN | Ist

PALEMBANG – Beredarnya kabar tentang penghapusan soal Ujian Nasional (UN) 2015 tanpa pilihan ganda, tak begitu mengejutkan guru di sejumlah sekolah. Bahkan sejumlah guru tetap menyiapkan siswanya agar tetap siap menghadapi UN meski tanpa soal pilihan ganda. “Kami tetap mempersiapkan diri dan mengarahkan siswanya apabila benar akan diterapkan, apa lagi sistem penilaiannya belum diketahui,” kata Warni, seorang guru SMP Negeri di Palembang, Rabu, 28/1.

Meski sudah tersebra di sejumlah media, namun informasi penghapusan pilihan ganda dalam soal UN itu sejumlah guru di Palembang, mengaku belum mengetahui persisnya.

“Apakah soal UN ini dengan pilihan ganda atau tidak, kami belum tahu persisnya, karena belum mendapat surat edaran resmi. Namun mereka mengaku sudah mengetahui dari berita soal UN tidak ada pilihan ganda saat. Kemarin baca berita di internet katanya UN tidak ada soal pilihan ganda lagi,” kata Warni.

Warni mengatakan, guru mata pelajaran tidak terpengaruh dengan kebijakan pemerintah terkait persoalan UN. Para guru dan siswa ditekankan pihak sekolah untuk tetap bejalar sungguh-sun

gguh dan mempersiapkan diri seperti biasa dalam menghadapi UN mendatang. “Jadi kita tetap seperti biasalah, guru dan siswa tetap melakukan proses belajar mengajar,” ujarnya.

Sama halnya diungkapkan Rusli, Guru SMA Swasta di daerah Pusri. Rusli mengaku bentuk soal UN pada dasarnya sama saja. Oleh sebab itu, kalaupun ada perubahan sistem pengisian jawaban tidak ada masalah, yang penting siswa tetap belajar. “Yang penting, siswa mempersiapkan diri belajar yang giat seperti biasanya, agar saat menghadapi UN dengan soal apapun akan tetap bisa menjawab,” ujarnya.

Fauziyah, guru lainnya juga menuturkan, penghapusan soal pilihan ganda dalam UN ini baru wacana, belum ada perintah dari pusat sampai sekarang. Namun demikian, menurut Fauziyah, jika memang soal UN tidak ada pilihan ganda, guru tetap siap. Sebab menurut Fauziyah, guru hanya bisa mempersiapkan siswa saja bagaimana belajar dengan sungguh-sungguh.

“Tugas kita hanya mengajarkan anak, kalau masalah ujiannya nanti seperti apa tidak jadi masalah. Kalau anak sudah memahami pelajaran, mau pilihan ganda atau tidak tetap bisa dijalani,” ujarnya.

 

TEKS      : ANDI HARYADI
EDITOR   : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster