Apel berbakteri asal AS Ditemukan di Lubuklinggau

 223 total views,  2 views today

Ilustrasi Buah Apel | Dok KS

Ilustrasi Buah Apel | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Apel impor dari Amerika Serikat merk Granny Smith ditemukan di penjual buah-buahan di Kota Lubuklinggau, tepatnya di depan kompleks perkantoran Pemkab Musirawas di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Kementerian Pertanian Amerika Serikat atau The United States Department of Agriculture (USDA) beberapa waktu lalu telah memberikan peringatan terkait apel mengandung bakteri berbahaya.

Kemudian Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indonesia telah menghentikan izin kegiatan impor apel jenis Granny Smith dan Gala asal Amerika Serikat (AS) dan memberikan peringatan agar tidak memperjualbelikan lagi apel tersebut.

Namun, sangat disayangkan oknum pedagang nakal di Kota Lubuklinggau masih menjual apel berbahaya tersebut. Hal ini terkuak atas temuan sebanyak 10 kilo gram apel Granyy Smith di seluruh penjual buah di depan Pemda Mura oleh Dinas Perindustrian dan Perdaganga (Disperinda), Kamis (29/1).

“Hasil Sidak kemarin,untuk sementara baru ditemukan di penjual buah-buahan di depan Pemda, besok kita akan lakukan pengecekan ulang dan di tempat yang lain,” ungkap Kepala Disperindag Lubuklinggau, Faridah Aryani melalui Kepala Bidang Perdagangan Disperindag,Sumadi kepada Kabar Sumatera,Kamis (29/1).

Dijelaskanya, Apel hijau yang ditemukan bermerk Grany smith impor dari Amerika Serikat,dan sementara waktu pihaknya tidak menyita buah berbahaya itu, namun meminta agar tidak diperjualbelikan lagi.

Mendapati temuan tersebut, tim Disperindag kemarin,langsung mendatangi distributor apel granny smith memberikan pembinaan dan meminta agar seluruh apel dari negeri paman sam tersebut ditarik kembali dari peredaran.

“Ciri-ciri Apel yang kita dapati sama persis dengan apa yang ada di surat edaran Menteri Perdagangan, yakni merk Granny Smith yang mengandung bakteri berbahaya, kita akan pantau terus peredaran buah-buah bahaya untuk dikonsumsi ini,supaya jangan sampai ada korban, mudah-mudahan belum sempat dijual,” harapnya.

Sementara itu, Kadisperindag,Faridah Aryani mengimbau kepada seluruh masyarakat agar hati-hati pada saat membeli apel,dengan memperhatikan merk dan dari mana impor buah tersebut.

“Kita minta pembeli lebih teliti, cek dulu merknya kalau apel mengandung bakteri tolongan jangan dibeli dan jangan dikonsumsi,”tambahnya.

 

TEKS           : SRI PRADES

EDITOR       : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster