Oknum Kades Diduga Selewengkan Dana Bangub

 746 total views,  2 views today

MUARADUA – Warga Desa Pilla, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menduga Haz, kepala desa dimaksud melakukan penyimpangan dana Bantuan Gubernur (Bangub) 2014.

Dugaan penyimpangan tersebut disampaikan dua orang warga yang mengaku perwakilan masyarakat dari Desa Pilla ke Kantor Inspektorat Kabupaten OKU Selatan kemarin.

Menurut warga masyarakat tersebut, mereka telah melayangkan pengaduan tersebut ke berbagai pihak diantaranya Bupati Kabupaten OKU Selatan, DPRD Kabupaten OKU Selatan, Kejaksaan Negeri Baturaja di Muaradua, Polres OKU Selatan dan pihak Inspektorat Kabupaten OKU Selatan.

Pengaduan tersebut berisikan tentang banyak dana Bangub tahun 2014 yang tidak direalisasikan oleh oknum kades tersebut.

Menurut M Tali, warga Desa Pilla, selaku warga masyarakat desa Pilla mengadukan dugaan adanya penyelewengan Dana Bangub tahun 2014 yang dilakukan oleh oknum kades berinisial Haz.

“Kami baru saja menyampaikan pengaduan tersebut kepada Bupati, DPRD, Kejari, polres dan baru saja menyampaikan pengaduan ini dengan pihak inspektorat, yang menyatakan akan menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut dan akan membentuk tim khusus. Dan akan segera mungkin turun ke lapangan,” ujarnya.

Tali menambahkan, oknum Kades ini baru penjabat sekitar 1 tahun lamanya yaitu dilantik tahun 2013, namun sudah terindikasi melakukan menyelewengan dana Bangub.

“Bagaimana seterusnya selama ia menjabat nantinya,” ujar Tali.

Dalam laporan tertulis diungkapkan, dana Bantuan Gubernur tahun 2014 tidak sepenuhnya terealisasi oleh kepala Desa Pilla, sesuai lembar kerja yang diusulkan.

Diantaranya adalah dana ekonomi produktif berdasarkan lembar kerja sebesar Rp33.800.000 untuk pembuatan 1 unit panggung dengan ukuran 4×6 lengkap dan 2 unit tenda dengan ukuran 4×6 lengkap, ternyata panggung tersebut tidak lengkap hanya ada kerangka dan tenda tidak ada sama sekali.

Untuk dana Posyandu tidak ada kejelasan, dana PKK tidak terealisasi, dana Tunjangan P3N hanya terealiasari sebesar Rp 4 juta, dana tunjangan LPMD tidak terelaisasi.

Dana tunjangan BPD hanya terealisasi sebasar Rp 6,9 juta, dana karang taruna hanya terealisasi sebesar Rp 3 juta dan dana tunjangan perangkat desa hanya terealisasi sebesar Rp 5 juta.

Dalam berkas pengaduan tersebut juga dilampirkan berkas surat pernyataan dari PKK (Ernawati), anggota LPMD (Peki Apriansyah), P3N (haryadi), BPD (Husni) dan juga dilampirkan tandatangan perwakilan masyarakat lainnya.

Sedangkan Yulianto, yang juga mengaku perwakilan masyarakat Desa Pilla menjekaskan, masyarakat berharap atas laporan tersebut, pihak yang berwenang dapat menindaklanjuti laporan pengaduan mereka ini sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

TEKS        : FITRI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster