“Kekayaan Alam Jangan Dijual Murah”

 229 total views,  2 views today

Lahat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, akan mengembangkan potensi batu alam yang ada di Dusun IV DesaLubuk Atung, Kecamatan Pseksu.

Rencana ini menyusul adanya usulan masyarakat desa tersebut untuk membuka lapangan kerja sebagai pengerajin batu hias, yang langsung ditinjau Wakil Bupati Lahat, Marwan Mansyur, SH, MM beberapa waktu lalu.

Sebagai bukti keseriusan Pemkab Lahat dalam memanfaatkan berbagai jenis bebatuan yang begitu banyak di desa tersebut.

Marwan mengundang Asisten II, Hapit Fadli, MM, kepala dinas koperasi dan UKM, Drs. H. Ahdin Djasri, MM, Camat Pseksu,Sumarno, Kepala Desa Lubuk Atung, Julianto, serta kepala Dinas Perindustriandan Perdagangan (Disperindak), Fikriansyah, keruang kerjanya, guna membahas perencanaan penyediaan peralatan, serta mendatangkan tenaga ahli pengolaan batu alam dari Suka Bumi Jawa Barat.

“Sayang dengan potensi kekayaan alam kita yang dijual dengan harga yang begitu murah,tapi kalau diolah menjadi barang barang berharga, seperti batu cincin, asbak rokok, dan lain sebagainya. Maka harganya pun akan lebih meningkat, dan masyarakat akan terbantu secara ekonominya.” ujar Bupati Lahat, H. Aswari melalui Wakilnya, Marwan Mansyur , di ruang kerjanya, Rabu (28/1) kemarin.

Nanti, lanjut dia. Silahkan pihak dinas perindustrian dan perdagangan yang menyediakan apa saja alat alat yang dibutuhkan oleh masyarakat pengrajin yang ada didesa itu, termasuk tenaga ahlinya, sedangkan untuk badan hukum serta pemasarannya, terang dia. Akan diurus melalui dinas koperasi dan UKM.

“Setelah semuanya siap, nanti kita akan antarkan langsung semua kebutuhan tersebut, tentunya dalam bentuk bantuan dari Pemkab Lahat ,” ujar Marwan, yang diaminkan oleh para pihak.

Selaku Asisten II Pemkab Lahat, HapitFadli mengusulkan. Agar pengelolaan batu itu nantinya, tidak hanya sebatas pembuatan batu cincin. Akan tetapi diusahakan supaya membuat perhiasan dalam skala yang besar.

“Kalau sudah dipasarkan ke tingkat nasional, maka bukan hanya dapat menunjang perekonomian masyarakat itu saja. Lebih jauh lagi, Kabupaten Lahat akan dikenal Indonesia dengan berbagai macam perhiasan yang terbuat dari batu, dan itu ada di Dusun Bemban,” imbuh Hapit.

Sementara itu Ahdin Djasri, dan Fikriansyah sebagai dinas yang membidangi rencana tersebut akan berusaha menganggarkan kebuthan peralatan serta tenaga ahli, pada ABT akhir Oktober mendatang.

“Ini akan saya bawa ke kementrian di Jakarta,” timpal Ahdin, dengan singkat.

 

TEKS         : JUMRA ZEFRI

EDITOR     : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster