Uang Perjalanan Dinas Dipangkas, Dewan “Tekor”

 405 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Anggaran uang perjalanan dinas anggota dewan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dipangkas hingga mencapai 70 persen. Tak pelak para wakil rakyat di Bumi Bende Seguguk itu mengeluhkan hal ini.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD OKI, H Ali Amir menjelaskan, sebelum dana anggaran perjalanan dinas dipangkas, setiap anggota dewan mendapat uang saku Rp 1,5 juta per hari. Nah sekarang kata Ali Amir, uang saku disesuaikan dengan jarak tempuh perjalanan dinas itu sendiri.

“Untuk di Jakarta, setiap dewan mendapat uang saku Rp 530 ribu per hari. Tentu jumlah tersebut sangat minim dibanding sebelumnya Rp 1,5 juta.” kata Ali Amir, Senin (26/1).

Sekwan mengatakan, dengan dipangkasnya uang perjalanan dinas hingga 70 persen, tentu dikeluhkan para anggota dewan. Namun mau apa lagi karena hal ini keputusan dari pusat.

“Ya kalau dilihat dari raut wajahnya seperti dewan mengeluhkan hal ini. Namun tidak bisa berbuat banyak karena ini kebijakan pusat,” ujarnya.

Sekwan pun mencontohkan, besarnya biaya makan di Jakarta. Dengan uang sebesar Rp 530 ribu per hari untuk uang saku anggota dewan tentu sangat tidak mencukupi. “Kita tahu sendirilah di Jakarta semuanya mahal. Kecuali dewan itu mau makan di emperan kalau mereka tidak malu. Pastinya malu kalau mereka. Lain halnya dengan kami yang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini,” terangnya.

Dia menuturkan, memang biaya pesawat dan transportasi lainnya ditanggung. Namun untuk makan (ransum, red) itu dengan uang mereka sendiri.

Ditambahkan Hadi, Kasubag Perjalanan Dinas, dengan kondisi sekarang dewan mengaku rugi karena kecilnya uang saku perjalanan dinas. Dia merincikan besarnya uang saku yang diterima dewan setiap perjalanan dinas tergantung jauh dekatnya jarak tempu.

“Misalnya Jakarta Rp 530 ribu per orang untuk satu hari, Bandung Rp 430 ribu per orang, Surabaya Rp410 per orang, Lampung Rp380 ribu. Jumlah tersebut sangat minim dibanding tahun lalu yang masing-masing menerima uang saku Rp1,5 juta per hari.” tandasnya.

Oleh karena itu, Sekwan menambahkan para anggota dewan akan menggelar Banmus untuk membahas mengenai Perda Perjalanan Dinas, dan BPJS serta tentang rekrutmen kelompok pakar tim ahli DPRD OKI.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH.

EDITOR     : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster