Ikan Gabus Melambung, Laba Penjual Pempek Berkurang

 403 total views,  2 views today

Ikan Gabus | Dok KS

Ikan Gabus | Dok KS

PALEMBANG – Sejak beberapa pekan ini harga jual ikan gabus naik 100 persen di pasar tradisional Palembang. Melambungnya harga ikan gabus yang mencapai Rp 100 ribu per kilogram menyebabkan banyak pemilik usaha pempek beralih ke ikan lain. Otomatis laba yang diraih penjual pempek berkurang signifikan.

“Harga ikan gabus giling naik dari biasanya Rp 90 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram. Sekarang kami terpaksa mengurangi keuntungan atau laba dari usaha pempek ini. Jelas, untuk menaikan harga atau mengecilkan ukuran pempek itu tidak mungkin, takut pelanggan lari ke tempat lain,” ucap Nyonya Nurlela, pemilik toko pempek Cek Asan di Jalan Jaksa Angung Palembang kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Selasa (27/1).

Ujar Cek Ela, Nurlela biasa disapa menyebutkan, sebelum harga ikan naik, ia bisa meraup laba sebanyak Rp 4 juta dalam sehari. Namun, sejak harga ikan gabus naik, omset yang diperoleh turun menjadi Rp 2 juta.

“Aku mulai buka usaha pempek ini sejak 1981 silam. Ya, sekarang laba itu pun kadang tidak sampai,” cetusnya.

Kata Cek Ela, sejak satu bulan terakhir, tiap harinya ia membeli bahan baku ikan giling di Pasar Gubah dengan harga lumayan tinggi.

“Ya. sebelumnya paling mahal harga ikan gabus giling hanya Rp 50 ribu per kilogram,” Ela menyebutkan.

Dalam seharinya Cek Ela bisa mengunakan bahan baku sebanyak 15 kg ikan giling. Kata Ela, alasan ia memilih ikan gambus, karena ikan gabus mudah diproses dengan bahan-bahan lainnya seperti sagu.

Soal harga pempek, sambung Cek Ela, harga cukup bervariasi tergatung jenis ikan yang dipakai. Kalau pempek berbahan ikan tenggiri biasanya lebih murah yaitu seharga Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per biji. Berbeda dengan pempek berbahan ikan sungai seperti gabus harganya lebih mahal berkisar Rp 3 ribu sampai RP 7 ribu.

“Aku pun kebingungan bagaimana lagi menambah produksi, apalagi mendekati Imlek. Sebab, pempek adalah salah-satu menu yang disajikan saat perayaan Imlek,” tutupnya.

Anisa, pemilik warung pempek Jalan Alamsyah Ratu Prawira Nagara menuturkan, bahwa akibat ikan gabus mahal dan posokan kurang.

“Ya, sekarang ini sulit mencari pempek bahan baku ikan gabus yang asli. Meski saya pakai bahan ikan laut, namun tetap saja rasa pempek yang dijual masih kurang enak,” tutur Anisa.

Kenaikan harga jual ikan gabus juga dikeluhkan Yanto (45), penjual ikan giling di Pasar Gubah. Dia mengakui bukan hanya harga ikan saja yang naik, tetapi pasokan ikan tersebut akhir-akhir ini jauh berkurang.

“Pasokan ikan gabus juga menurun dari sebelumnya rata-rata 50 kilogram per hari, kini hanya 20 kilogram saja. Akibatnya, keuntungan dari penjualan ikan gabus itu juga sangat berkurang,” jelasnya.

 

TEKS        : CANDRA WAHYUDI

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster