Bangunan Tanggul Ambruk, Sawah Petani Terancam Kekeringan

 296 total views,  4 views today

MUARAENIM – Para petani padi sawah di Desa Harapan Mulia, Kecamatan Muara Belida, Muaraenim resah karena bangunan Cekdam (tanggul,red) Sungai Beton mengalami ambruk. Mereka khawatir, jika tidak segera diperbaiki, ribuan hektar sawah tadah hujan mereka akan mengalami kekeringan.

Ambruknya bangunan cekdam tersebut, diduga tidak kuat menahan beban debit air yang berada didalam areal persawahan. Akibatnya beton cekdam sepanjang sekitar 30 meter seluruhnya ambruk ke dalam sungai Beton.

“Kita berharap, kepada Pemkab Muaraenim agar segera memperbaiki Cekdam yang ambruk tersebut. jika tidak diperbaiki, sawah kita akan kekeringan. Dan secara otomatis, padi kita gagal panen,” tutur Roni (45), salah seorang petani, kemarin (26/1).

Cekdam itu, kata dia, dibangun tahun 2013 oleh Pemkab Muaraenim. Adapun luas lahan persawahan di sekitar lokasi seluas 1.080 hektar.

“Kita resah, jika tidak segera diperbaiki, hampir dipastikan kita mengalami gagal panen karena kekeringan,” ungkapnya.

Senada dituturkan salah seorang tokoh masyarakat Muara Belida, Kailani, mengatakan, cekdam sungai Beton yang berada di desanya ambruk seluruhnya karena tidak kuat menahan beban debit air.

“Akibatnya persawahan milik warga desanya sekitar 1080 hektar terancam kekeringan dan gagal panen. Sebab saat ini, warga sebagian besar sudah menyemaikan padi dan menanamnya. Dan jika tidak cepat diperbaiki, masyarakat bisa terkena rawan pangan karena tidak bisa bersawah,” ucapnya.

Dahulu proyek itu pernah dipermasalahkan warga karena tidak bertulang. Dan ternyata benar, cekdamnya ambruk tidak kuat.

“Kami berharap, instansi terkait untuk secepatnya turun kelapangan melakukan perbaikan,” harap Kailani.

 

TEKS       : SISWANTO

EDITOR   : FJ ADJONG

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster