Bahaya Narkoba Masuk dalam Mata Pelajaran

 56 total views,  3 views today

PALEMBANG – Untuk mencegah peredaran narkoba dikalangan remaja terutama pelajar yang sangat memperihatinkan, jajaran Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), berupaya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Pendidikan Olahraga (Disdikpora) akan merealisasikan bahaya narkoba sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, Selasa (27/1).

“Sejauh ini, respon akan rencana Direktorat Narkoba Polda Sumsel disambut positif oleh Disdikpora Sumsel,” katanya.

Lanjut Djarod, hal ini sudah lama dicanangkan oleh Direktorat Narkoba Polda Sumsel dan saat ini masih kordinasi dengan dinas pendidikan. “Kita berharap, tahun ajaran ke depan sudah bisa direalisasikan,” jelas Djarod.

Tambah Djarod, Direktorat Narkoba mencanangkan narkoba menjadi salah satu pelajaran di sekolah bertujuan mencegah pelajar terjebak dengan dunia narkoba. Adapun yang akan dipelajari dalam pelajaran tersebut adalah pengetahuan segala seluk beluk tentang narkoba, salah satunya memberitahu kepada pelajar akan bahaya dan jenis-jenis narkoba yang beredar di pasaran.

Pilihan untuk memasukan narkoba menjadi pelajaran tingkat SMP dan SMA, ungkap Djarod, karena sosialisasi anti narkoba yang selama ini sudah berjalan tampaknya tidak cukup optimal. Ini terbukti dengan masih adanya pelajar yang mengkonsumsi narkoba. Atas alasan itulah dinilai perlu adanya pelajaran khusus tentang bahaya narkoba kepada pelajar.

“Kita sudah menyiapkan modul dan materi tentang narkoba kepada dinas pendidikan. Untuk tenaga pengajar, kita bersedia memberikan pendidikan kepada guru untuk selanjutnya diterapkan kepada murid-murid mereka,” kata Djarod.

Jika nantinya diterima sebagai salah satu pelajaran di sekolah, masih kata Djarod, maka pelajaran tentang narkoba akan menyusul pelajaran berlalu-lintas yang sudah terlebih dahulu dijadikan pelajaran di sekolah.

Sejak satu tahun yang lalu, SMP dan SMA di Sumsel sudah mengaplikasikan pelajaran lalu lintas sesuai arahan dari Ditlantas Polda Sumsel.

“Tata cara berlalu lintas sudah terangkum dalam pelajaran muatan lokal dan kegiatan ekstra kurikuler. Setahu saya, ini yang pertama untuk di Indonesia,” kata Djarod.

 

Teks      : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com