Sampah Dibiarkan, Pedamaran akan Jadi “Kota Sampah”

 570 total views,  2 views today

Sampah yang dibiarkan menumpuk di pinggir jalan Desa Menang Raya, OKI. | Foto : Doni Afriansyah

KAYUAGUNG – Bau sampah menyengat dan mengganggu pemandangan dapat dilihat di pinggir jalan Pedamaran, tepatnya di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran. Kondisi ini terus dibiarkan hingga volume sampah menggunung.

Keberadaan sampah yang terkesan dibiarkan tidak diangkut tersebut sudah lama. Namun belum ada upaya untuk mengangkutnya, baik pemerintah kecamatan setempat, maupun Badan Pengelola Pasar dan Kebersihan (BPPK) Kabupaten OKI.

Akibat kondisi demikian, Kecamatan Pedamaran, yang merupakan tanah kelahiran Asisten I Listiadi Martin, SSos , terkesan kotor. Sementara hal tersebut tidak dibarangi dengan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Menurut Eri Sutanto (40), warga Pedamaran, kondisi menumpuknya sampah karena Kecamatan Pedamaran tidak memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) untuk sampah-sampah itu.

Akibatnya, masyarakat sesuka hati membuang sampah – sampah itu ke pinggir jalan yang merupakan lahan milik warga.

“Lahan dimana sampah sampah ini dibuang masyarakat adalah milik mamang saya. Bahkan mamang saya sendiri sudah buat pengumuman untuk tidak membuang sampah di kawasan ini. Tapi dasar masyarakat yang tidak paham tetap saja buang sampah di sini.” ujar Eri.

Dikatakan Eri, padatnya jumlah penduduk Pedamaran, sudah selayaknya menjadi pertimbangan pemerintah untuk membuat tempat pembuangan akhir (TPA) bagi sampah-sampah rumah tanggah.

” Kalau ini terus dibiarkan maka Pedamaran akan menjadi kecamatan yang kotor.” ungkapnya.

Lanjut Eri, jika ada keseriusan dari pemerintah untuk mengatasi sampah-sampah tersebut. Tentu sekejap mata bisa diatasi, apalagi Pedamaran memiliki putera pribumi yang memiliki jabatan strategis di Pemkab OKI.

“Kan Pak Listiadi itu Asisten I, bisa saja dia instruksikan instansi terkait untuk angkut sampah itu. Tapi sepertinya memang tidak ada upaya kalau sampah itu masih tetap berserakan.” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BPPK OKI, Tohir Yanto, pernah berjanji akan mengangkut sampah tersebut setiap seminggu sekali. Namun janji tersebut seperti tinggal janji. Hingga saat ini keberadaan sampah terus menggunung dan dibiarkan begitu saja. Sementara aktivitas masyarakat membuang sampah terus dilakukan.

“Ya kita sudah tahu soal sampah itu. Rencananya kita akan angkut setiap minggu dengan mobil sampah.” kata Tohir.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster