Oknum Polisi Terlibat Korupsi Samsat Rp 64 Miliar

 209 total views,  2 views today

Kantor Samsat Kota Palembang. | Dok KS

Kantor Samsat Kota Palembang. | Dok KS

PALEMBANG – Guna mengungkap siapa saja yang terlibat menikmati uang hasil tindak pidana korupsi (Tipikor) setoran dana pajak 2012 di Samsat Palembang. Kini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mendalami penyelidikan dan tidak menutupkemungkinan tersangkanya oknum Polisi.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo kepada Harian Umum Kabar Sumatera menyampaikan, bahwa akan ada banyak pihak yang terlibat. Bahkan, ia mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan kasus ini melibatkan oknum Polisi yang bekerja di Samsat Palembang.

Dalam kasus, itu Eddy meyakini jika ada anggota Polisi yang turut menjadi peserta dalam kasus tersebut. Soalnya, urusan pajak di Samsat Palembang pastinya melibatkan anggota Polri. Ini dikarenakan, yang menjaga setiap loket yang ada di Kantor Samsat Palembang adalah anggota Polri.

“Saat ini, memang kita belum menemukan indikasi ke arah itu. Tetapi, jika ditilik secara logika, oknum Polisi bisa saja terlibat karena setoran pajak berurusan dengan anggota Polisi,” kata Eddy, Minggu (25/1).

Jika memang nantinya ada keterlibatan oknum Polisi, lanjut Eddy, pihaknya tidak akan segan-segan untuk memproses hukum oknum tersebut.

Selain adanya keterlibatan narkoba, anggota Polri yang terlibat tipikor juga menjadi prioritas untuk ditindak. Ini sesuai dengan arahan dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Inspektur Jendral Polisi (Irjend Pol) Iza Fadri.

Eddy berujar, baru ada satu tersangka yang dinilai terlibat dengan penyelewengan dana setoran pajak 2012 di Samsat Palembang. Sayangnya, Eddy belum bisa membeberkan identitas tersangka tersebut dengan dalih untuk kepentingan pemeriksaan.

“Yang jelas, tersangkanya sudah ada. Siapa saja tersangkanya akan kita beberkan setelah hasil audit kerugian negaranya keluar karena saat ini kita sepakat penentuan tersangka harus ada kerugian negaranya,” kata Eddy.

Ungkap Eddy, sampai saat ini, pihaknya masih melengkapi berkas pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti terkait kasus tersebut. Penyitaan dokumen yang dilakukan penyidik beberapa hari yang lalu merupakan upaya untuk melengkapi dokumen yang nantinya akan diserahkan ke BPK untuk melakukan audit dalam kasus Tipikor Samsat Palembang.

Ditegaskan Eddy, dalam dugaan kasus korupsi pihaknya tidak akan tebang pilih dalam penetapan tersangka. Pihaknya bakal melakukan peroses yang sama jika nantinya benar-benar ada anggota Polri yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kita tidak akan membeda-bedakan tersangkanya, baik pegawai dari pemerintahan maupun kepolisian, asal ditemukan dua alat bukit dan sudah keluar hasil audit nantinya bakal kita tetapkan tersangkanya dan proses hukumnya,” kata Eddy.

Seperti diberitakan sebelumnya dugaan penyelewengan dana setoran pajak di tubuh Samsat Palembang tahun 2012 pertama kali diketahui oleh Bada Pemeriksa Keuangan (BPK) Palembang dan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 64 miliar. Usai menemukan indikasi tersebut, BPK menyerahkan kasus tersebut kepada Tipikor Polda sumsel untuk menindak lanjutinya.

 

TEKS       : OSCAR RYZAL

EDITOR   : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster