Usaha Batu Akik Ciptakan Ekonomi Kreatif

 333 total views,  2 views today

Ilustrasi Pembeli Batu Akik | Dok KS

Ilustrasi Pembeli Batu Akik | Dok KS

PALEMBANG – Dengan boomingnya batu akik di setiap daerah, yang bukan hanya terjadi di kota Palembang, akan tetapi hampir merata di seluruh daerah-daerah yang ada di Indonesia, bahkan di Asean, ini tentu bisa mendorong ekonomi kreatif warga. Demikian dikatakan pengamat Ekonomi Unsri, Didik Susetyo, kepada Kabar Sumatera, Jumat (23/1).

“Sekarang ini yang booming bukan di Palembang saja kan, tapi seluruh indonesia, bahkan di asean itu sudah menyukai batu-batuan itu,” cetusnya.

Berlimpahnya orang yang memperjual-belikan jenis-jenis batu akik, tentu bisa mendorong ekonomi kreatif masyarakat, dan bisa menjadi salah satu komuditi yang bisa diperdagangkan.

“Tentunya akan ada aktivitas masyarakat  menjual dan membelinya. Ini adalah alternatif yang bisa menjadi suatu komoditi,” ujarnya.

Hanya saja, Didik menjelaskan, para pengrajin jangan hanya sekadar ikut-ikutan, tapi harus lebih kreatif, profesional, dimana dalam sentuhan akhirnya betul-betul menarik baik itu dari segi bentuk maupun warna.

“Para perajin jangan hanya sekadar  ikut-ikutan yang kemudian berhenti lagi, tapi tidak mengembangkan potensi yang ada,” jelasnya.

Tentu dalam proses pembuatannya perlu ada sentuhan teknologi agar kualitas dari batu akik itu sendiri bisa bersaing dengan negara-negara luar yang juga banyak pengrajin batu akik. Memang harus ada sentuhan teknologi, jangan hanya menggunakan kikir,  sehingga jangan sampai nanti kalah dari Myanmar, Vietnam, dan Cina. itukan sudah banyak wilayah yang mengolah batu.

Dengan kualitas batu akik semakin tinggi, tentu harga juga bisa tinggi, dan ini bisa menumbuhkan perekonomian rakyat. “Katakanlah satu penjual saja bisa  transaksi lima batu akik dalam sehari, tentu  jutaan rupiah bisa didapatkan,”tambahnya.

Meski Kadang-kadang ada juga mayarakat  yang mempercayai batu akik bisa diisi atau segala macam,itu juga merupakan isu yang bisa menjadikan nilai jual yang lebih mahal.

“Sekarang kan ada juga orang-orang tertentu  yang mempercayai bisa diisi segala macam, silahkan saja, itu merupakan daya tarik tersendiri,” katanya.

Lewat fenomena seperti ini, Pemerintah Daerah (Pemda) tentu harus menyiapkan tempat khusus, bahkankan jelas Didik, kalau perlu dibuatkan perbankan untuk para pengrajin batu akik.   “Mestinya ada tempat tertentu untuk mereka, katakanlah sentral perdagangan batu akik, itu kan bagus, baik disebrang ilir maupun di sebrang ulu, apalagi yang di Cinde kan semakin macet sekarang,” katanya.

Dengan disediakan tempat tertentu, maka pengrajin akan semakin bersaing untuk membuat semakin berkualitas, apalagi  jenis yang  banyak dicari masyarakat adalah  bening, tembus pandang, bersih, mengkilap, dan  itu bisa jutaan rupiah harganya.
TEKS      : ANDI HARYADI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster