Sumsel Targetkan Surplus Beras 1,5 Juta Ton

 297 total views,  2 views today

Ilustrasi Beberapa Petani Sedang Memanen Padi Didaerah Jalur 13. Ds Timbul Jaya. Muara Sugihan Banyuasin | Foto : Bagus Park

Ilustrasi Beberapa Petani Sedang Memanen Padi Didaerah Jalur 13. Ds Timbul Jaya. Muara Sugihan Banyuasin | Foto : Bagus Park

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sebagai kawasan lumbung pangan nasional, sepanjang tahun ini menargetkan surplus beras sebanyak 1,5 juta ton.

“Data yang kita peroleh, tahun kemarin saja konsumsi masyarakat Sumsel dalam satu tahun sekitar 900 ribu ton. Maka, bisa dikatakan masih surplus 1,2 juta ton beras. Jadi, kita yakin memasang target 1,5 juta ton pada tahun 2015,” kata Kepala Badan Ketahan Pangan Sumsel, Amruzi Minha usai menemui Sekda Sumsel di ruang kerjanya, Jumat (23/1).

Upayanya, lanjut Amruzi, bekerjasama dengan Menteri Pertanian dan TNI yang membina Babinsa, dalam bentuk pengawalan ketahanan pangan di tiap Kabupaten/Kota.

“Bentuk pengawalannya baik di bidang produksi, pemupukan, hingga panen,” cetusnya.

Pengawalan itu sudah pernah dilakukan sebelumnya, hanya saja berjalan stagnan dan bermasalah dengan dana. Sehingga adanya bantuan dari Kementerian Pertanian bisa menghidupkan kembali pengawalan itu dan diharapkan berjalan baik nantinya.

“Yang paling utama kita akan memantau dalam ketersediaan pupuk, pestisida dan bibit. Kualitas beras akan semakin baik jika dikawal,” jelasnya.

Kelebihan beras Sumsel, menurutnya, sebagian untuk membantu beberapa Provinsi tetangga, seperti Babel, Lampung, Bengkulu, Sumbar dan Jambi.

Untuk menciptakan ketahanan pangan bukan hanya lingkup pertanian saja. Ini tanggung jawab semua stakeholder dan masyarakat. Ketahanan pangan di sumsel sangat krusial.

“Sumsel tidak hanya menyuplai kebutuhan pangan dilokal saja tetapi juga untuk kepentingan nasional,” imbuhnya

Pada 15 Oktober mendatang, kata Amruzi, Pemprov Sumsel akan menjadi tuan rumah moment Internasional yang setiap tahunnya diperingati oleh kurang lebih 194 negara anggota organisasi pangan dan pertanian Dunia (FAO) dan termasuk juga Indonesia yakni, peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-35 tingkat Nasional tahun 2015.

“Peringatan HPS ke-35 ini akan berlangsung selama 5 hari, dengan puncak peringatannya pada tanggal 16 Oktober 2015 yang direncanakan akan digelar di Jakabaring Sport City, Palembang.  Dalam peringatan tahunan ini, akan menampilkan berbagai rangkaian kegiatan seperti seminar, pameran dan bazar produk pertanian, perlombaan, pengabdian masyarakat, publikasi & penyiaran, Hari Puncak Peringatan HPS, Gelar Teknologi, Diplomatic Tour, Rekor Muri, Pencanangan oleh Presiden RI,” jelasnya.

Selain itu, direncanakan juga pada acara puncak peringatan akan dilakukan Pencanangan Gerakan, Pemberian Penghargaan pada petani/nelayan/kehutanan teladan, Pemberian bantuan kepada petani berupa benih, bibit, peralatan pertanian dan lain-lain, Pemberian Penghargaan Ketahanan Pangan Nasional, Arahan Presiden, Melihat/Meninjau Gelar Teknologi, Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), dan peninjauan Pameran oleh Presiden RI.

“Acara ini direncanakan akan dibuka langsung oleh Presiden RI dan dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet, Gubernur/Bupati Seluruh Indonesia, Duta Besar negara sahabat, Perwakilan Organisasi Internasional, Organisasi dan asosiasi petani/nelayan/ petani hutan, Ketua GAPOKTAN seluruh Indonesia, Petugas Lapangan di lingkup sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (seperti penyuluh, mantri tani, mantri statistik, mantri kecamatan, jaga wana, dsb), PKK, Masyarakat Agribisnis Indonesia dan Pelaku Usaha. Diperkirakan pada hari puncak peringatan HPS ini akan dihadiri 4000 orang undangan,” pungkasnya.

 

TEKS       : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster