Kabupaten OKI Masih Kekurangan Dokter

 277 total views,  2 views today

Ilst. | republika.co.id

Ilst. | republika.co.id

KAYUAGUNG – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hingga sat ini masih minim tenaga dokter yang tersebar di seluruh puskesmas. Bila hal ini terus dibiarkan akan mempengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat, terumata di pedesaan.

Selain itu, hal ini sangat bertentangan dengan program membangun OKI dari desa bila tenaga kesehatan masih belum maksimal, khususnya keberadaan dokter.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) OKI, HM Lubis, SKM MKes, sangat menyadari hal ini, apalagi dengan adanya program jaminan kesehatan nasional (JKN).

“Pelayanan peserta program Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) cukup baik karena terbukti setiap hari kunjungan pasien berobat di puskesmas meningkat. Oleh karena itu, untuk mendukung program tersebut harus dipenuhi tenaga dokter di seluruh puskesmas,” jelasnya.

Lubis mengatakan, jika menacu pada undang-undang kesehatan jumlah ideal, satu orang dokter menangani 25 sampai 30 pasien. Sementara kenyataan tidak demikian.

“Setiap puskesmas  idealnya  memiliki 1 orang dokter umum, 1 orang dokter gigi, 8 orang bidan dan 7 orang perawat. Saat ini jumlah dokter yang tersebar di seluruh puskesmas belum ideal, banyak puskesmas yang minim tenaga dokter,” katanya.

Oleh karena itu, ke depan untuk mendukung pembangunan  OKI  di bidang kesehatan, pihaknya akan terus berupaya membangun 1 desa 1 poskesdes dan ditambah dengan 1 bidan.

Lubis juga mengaku pihaknya setiap tahunnya mengusulkan kekurangan tenaga dokter tersebut agar adanya pengangkatan tenaga kerja, maupun status petugas tidak tetap (PTT).

“Kami berharap ke depan adanya pemerataan tenaga dokter yang bertugas di puskesmas,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jumlah dokter di Kabupaten OKI yang bertugas di setiap puskesmas sebanyak 34 orang dokter terdiri dari 26 dokter umum dan 8 dokter gigi.

“Keberadaan dokter yang bertugas di puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di pedesaan. Tentunya hal ini untuk mendukung program pembangunan kabupaten  OKI dari desa, dengan adanya penduduk yang sehat membuat pembangunan lebih mudah,” jelasnya.

Dirincikan Lubis, puskemas Rawat Inap jumlah di OKI saat ini  masih 25 unit, puskesmas pembantu. jumlah 80 unit, Poskesdes jumlah 229 unit. Dengan Kondisi ini pihaknya belum mampu menempatkan satu desa satu dokter, mengingat tenaga dokter di OKI belum mencukupi untuk di tempatkan di setiap desa.

“Dengan kekurangan tenaga dokter ini kita  selalu berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait  untuk memenuhi  kekurangan tenaga dokter di puskesmas,” katanya.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH.

EDITOR    : FJ ADJONG


TAG



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster