“Saya Harus Berkiblat ke Sumsel”

 427 total views,  2 views today

PALEMBANG – Kuki Kadarisman Regional CEO Bank Mandiri Wilayah Sumatera II Palembang Selasa (20/1) memperkenalkan jajaran pejabat struktural Bank Mandiri Wilayah Sumatera II Palembang yang baru kepada pewarta di Kopi Tiam Senopati Kambang Iwak Palembang.

Kuki yang sebelumnya menjabat sebagai Regional Manager di Denpasar mengatakan bahwa struktur baru ini kedepan akan lebih memudahkan perbisnisan Bank Mandiri di wilayah ini.

“Struktur baru organsasi untuk mempermudah pendekatan bisnis. Di bantu regional head per divisi dan tugas yang spesifik,” ujarnya.

Tak hanya struktur baru, pola distribusi bisnisnya juga mengalami perubahan. Satu contoh misalnya, kedepan keputusan bisa langsung diambil di kantor Wilayah Sumatera II ini. Kecuali untuk korporasi, penanganannya masih bisa di ambil oleh kanwil, tetapi keputusannya tetap di berada ditangan Pusat.

“Diharapkan keputusan bisa diambil di kantor wilayah. Kecuali untuk urusan korporasi, masih diputuskan di Jakarta,” ujarnya.

Tentang wilayah kerja barunya sendiri, Kuki sudah mengenal geliat bisnis Bank Mandri di Palembang sejak lama. Ia menganggap Palembang merupakan pesaing utama Denpasar, kantor lamanya. Ia menilai pertumbuhan bisnis mikro di Sumsel sangat tinggi.

“Untuk bisnis mikro, saya harus berkiblat ke Sumsel,” katanya.

Tak hanya itu, tingkat NPL nya pun sangat terjaga termasuk komersialnya. Tingkat NPLnya nol, raihan ini sama dengan di Bali. Potensi perbankannya pun masih sangat banyak, khususnya untuk keuangan mikro dan komersialnya.

“Yang beda hanya basisnya, di Sumsel lebih ke perkebunan, sedangkan kalau di Bali lebih ke pariwisata. Sedangkan Karakter masyarakatnya mirip, orang-orangnya punya karakter yang. bertaggung jawab, kalau di Bali hal itu di latarbelakangi oleh budaya karma, sehingga takut

berbuat tak bertanggung jawab,” jelasnya .

Tantangan yang ada di Sumsel, menurut Kuki adalah masalah infrastruktur. Menurutnya di Sumsel agak berbeda dibanding daerah lain, infrastrukturnyamasih minim, jalan-jalan belum menyusur luas ke pelosok, namun itu semua bisa dipecahkan terlebih kedepan akan digalakkan program branchless banking.

Ia mendukung sekali rencana akan dibuatnya jalur tol Trans Sumatera. “Kalau itu memang terjadi, dampaknya terhadap dunia perbankan dan bisnis akan sangat luar biasa. Keterlambtan pengirman, akan tidak ada lagi. Hutang pituang akan lebih cepat tertagih. Semakin cepat itu akan semakin baik untuk perbankan,” ungkapnya.

Namu terlepas dari itu,  ia optimistis dengan akan terus  bertumbuhnya  Sumsel. Regional Operation Head, Bank Mandiri Wilayah Sumatera II,  Ridwan. Meski dari total 2,5juta jumlah penduduk Palembang yang baru punya rekening itu baru 10 persen saja, Potensi pasar Perbankan khususnya untuk mendorong Gerakan Nasional Non Tunai Palembang sendiri cukup besar.

Pihaknya tengah mencari terobosan untuk bisa mengalihkan habitat masyarakat untuk menggunakan uang elektronik. Pihaknya sendiri sudah menyiapkan infrastruktur berupa 14 ribu mesin EDC di Wilayah Sumatera II ini yang meliputi (Palembang, Jambi, Babel, Padang, Bengkulu dan Lampung).

“Termasuk juga Sosialisasi, edukasi, cashless dan menyapkan agen-agen Branchless banking,” terangnya.

Di tahun 2015 ini, Bank Mandiri tengah memasuki Transformasi Tahap III. Ditahap ini dalam rentang tahun 2015-2020 Bank Mandri menargetkan menjadi perusahaan terkemuka plihan utama pencari kerja, menjadi perusahaan kebanggaan bangsa Indonesia dengan menguasai perbankan asean.

 

TEKS                 : AMINUDDIN

EDITOR              : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster