Salahi Aturan, Manajemen Palembang City Center (PCC) di minta bertanggung jawab

 219 total views,  2 views today

PALEMBANG – Dianggap salahi aturan, Manajemen Palembang City Center (PCC) di minta bertanggung jawab terkait pembangunan kontruksi rumah kantor (rukan), apartemen dan mall, yang menyebabkan kawasan Jalan Radial hingga Jalan Angkatan 45 di penuhi ceceran tanah merah yang jatuh dari truk pengangkut tanah.

Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera, Selasa (20/1), ceceran tanah merah tersebut semakin meluas akibat hujan dan di lindas roda kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. Kabid Pengendalain Kerusakan, Pemulihan Lingkungan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang Reni Sepriyani mengatakan, pemilik PCC salahi aturan. Karena, dalam dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), setiap penimbunan yang dilakukan, truk pengangkut tanah harus ditutupi terpal, sehingga tanah tidak berceran di Jalan.

“Selain itu, roda kendaraan saat keluar masuk proyek harus dibersihkan. Sehingga tidak mengotori jalan,” ungkapnya kesal, usai meninjau lokasi, Selasa (20/1).

Reni mengaku, sebelum pengerjaan proyek pembangunan dilakukan, pihak perusaahn PCC telah sepakat untuk menjaga estetika keindahan kota, termasuk kebersihan di lokasi pembangunan.

“Kami minta, pihak PCC bertanggungjawab. Kami sudah layangkan Surat peringatan (SP) I, apabila hal ini terulang lagi, pembangunan akan kami stop,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana, dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Palembang Edison mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tiga unit armada pemadam kebakaran untuk membersihkan jalan kotor akibat tumpahan tanah merah tersebut.

“Hal ini sebenarnya tanggungjawab PCC. Namun untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, kami langsung turun untuk membersihkan,” katanya.

Terpisah, Project Manajer PCC Firmanto mengatakan, pihaknya minta maaf atas kejadian tersebut. Ia berjanji, hal tersebut tidak akan terulang lagi.

“Sebenarnya, kami sudah sediakan tempat dan mesin stem, untuk membersihkan roda kendaraan angkutan tanah dan kendaraan proyek yang akan keluar masuk lokasi,”katanya.

Sambung Firmanto, dalam melakukan penimpunan pihaknya menyiapkan sebanyak 20 unit truk pengangkut tanah, yang dilakukan siang dan malam.

“Selama ini penimbunan yang kami lakukan tetap utamakan kebersihan. Namun, karena hujan, tanah banyak terjatuh dari mobil dan berceceran di Jalan,” disampaikannya.

 

TEKS         : ALAM TRIE MARSATA
EDITOR      : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster