Proyek 2014 Jadi Perhatian 2015 pemerintah OKU Selatan

 534 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

MUARADUA – Pemerintah Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan pada tahun 2015 memprioritaskan proyek pembangunan ruas jalan Desa Gemiung, pembangunan ruas Jalan Tanjung Durian menuju Giham, serta pembangunan Masjid agung Kota Muaradua.

Bupati kabupaten Oku selatan, H Muthadin Sera’I menjelaskan, banyak proyek tahun anggaran 2014 yang pembangunannya berlanjut hingga tahun 2015 ini, akibat keterlambatan penyelesaian pengerjaan.

“Proyek ini terhambat dikarenakan adanya pengaruh cuaca dan faktor keterlambatan bahan baku berupa semen dan ada juga yang mengalami keterlambatan dikarenakan terlambat dalam proses lelang,” ujar Muthadin.

Dalam akhir periode kepemimpinan H Muthadin sera’I ini, banyak difokuskan dalam pembangunan infrastruktur yang berutujuan untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten OKU Selatan.

Alasannya, karena menurut bupati, kemajuan suatu daerah sangat tergantung dari pembangunan akses jalan sehingga memudahkan petani dalam mengelola hasil bumi atau hasil perkebunan demi kesejateraan masyarakat.

“Karena pembangunan ruas jalan merupakan faktor penting alias sangat vital bagi perkembangan daerah,” ujarnya.

Disinggung program apa saja yang bakal dilakukan bagi penggantinya nanti, Muthadin berharap penggantinya nanti dapat meneruskan program yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan selama ini.

“Karena seorang pemimpin harus dapat merangkul semua lapisan aparat pemerintahan baik yang paling bawah dan yang paling bawah, dan juga dapat merangkul para anggota DPRD serta masyarakat Kabupaten OKU Selatan secara keseluruhan sehingga pada tahun yang akan datang dapat tercipta suasana yang lebih kondusif lagi,” ujarnya.

Selain itu, menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten OKU Selatan, Faisal, ST, secara keseluruhan semua berjalan sesuai dengan prosedur, dan bagi pemborong yang proyeknya mengalami keterlambatan tetap bisa melanjutkan penyelesaian sesuai kesepakatan.

“Namun mereka harus membayar denda keterlambatan. Kita akui ketelambatan tersebut dikarenakan faktor cuaca buruk dan juga kekurangan bahan baku. Meskipun demikian, kita tetap optimis semua proyek akan selesai sesuai dengan kesepakatan,” ujar Faisal.

 

TEKS        : FITRI

EDITOR    : FJ ADJONG





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster