Mei 2015, Jalur Khusus Batubara Wajib Operasi

 154 total views,  2 views today

Ilustrasi Truk Batubara | Dok KS

Ilustrasi Truk Batubara | Dok KS

PALEMBANG – Melihat kondisi jalur khusus batubara yang sudah sangat mendesak untuk segera diselesaikan. Pihak Komisi IV DPRD Sumsel meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel agar mendesak perusahaan segera menyelesaikan jalur khusus tersebut.

Komisi IV DPRD Sumsel pun menginginkan, agar pihak perusahaan yang mempunyai kewajiban membangun jalan khusus batubara yang dalam hal ini PT Titan Grup dan PT Energate Prima Indonesia (EPI) dapat segera menyelesaikan pembangunan jalan khusus batubara. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Edward Jaya saat diwawancarai usai melaporkan hasil peninjauan jalan khusus angkutan Batubara di Kab. PALI kepada Gubernur Sumsel, Selasa (20/1).

Kata Edward, usai timnya melihat langsung kondisi di lapangan beberapa hari lalu, terdapat kendala pembebasan lahan yang belum selesai dari hasil laporan warga setempat. Pihaknya juga menginginkan agar semua masalah penyelesaian lahan dapat diselesaikan oleh pihak perusahaan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh belum mendapat ganti rugi lahan untuk pembangunan jalan khusus batubara.

Edward Jaya mengatakan, sampai saat ini dari total 7 juta ton batubara yang diangkut setiap tahunnya, sudah ada 4 ton batubara yang diangkut melalui jalur khusus PT.Servo yang sifatnya yg hanya 3 juta ton terdiri dari truk-truk besar perhari.

“Melihat hasilnya, ada tiga kilometer panjang jalan milik PT EPI yang masih terkendala pembebasan lahan. Kemudian dari Titan Grup panjangnya 5 Km yang masih dalam persoalan yang sama, yakni di perbatasan daerah Muara Enim-Pali. Untuk itu, kita melaporkan ini agar perusahaan bisa menyelesaikannya dengan cepat,” tegasnya.

Diungkapkannya, batasan waktu yang diberikan kepada PT Servo dan grup lainnya, yaitu hingga Desember 2015 mendatang. Namun pihak PT Servo berjanji akan menyelesaikan pembangunan jalan khusus angkutan batubara pada Mei mendatang.

“Nah, per tiga bulannya akan kita cek langsung ke lapangan. Apakah mereka melaksanakan pekerjaannya atau tidak,” ungkap Edward.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumsel, Robert Heri mengatakan, jumlah batubara yang diangkut dari Kabupaten Lahat dan Kabupaten Muara Enim sampai ke Palembang kemudian yang bisa diangkut ke Muara Lematang itu kapasitasnya lebih kurang 7 juta ton pertahunnya.

“Tetapi untuk batubara yang diangkut ke muara lematang bisa sampai 4 juta ton atau lebih kurang setengah dari jumlah 7 juta ton,” katanya.

Lanjutnya, Mei 2015, jalur di dermaga Muara Lematang baru akan dioperasionalkan secara bertahap.

“Pengoperasian jalur tersebut sempat tertunda karena jalan tersebut harus mengalami penambahan ketinggian ulang setelah terendam banjir dan rusak,” sebutnya.

 

TEKS             : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster