Dishub Sumsel akan Bahas Tarif Angkutan

 360 total views,  2 views today

Ilustrasi Angkutan Kota | Dok KS

Ilustrasi Angkutan Kota | Dok KS

PALEMBANG – Adanya kebijakan Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi yang menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sepertinya tidak berpengaruh besar terhadap nasib tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Hal itu karena komponen-komponen kecil dalam industri kendaraan sudah naik seiring dengan kenaikan BBM beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Sumsel, Musni Wijaya mengatakan, pihaknya akan segera mengadakan rapat terkait tarif angkutan AKDP di Sumsel pasca-turunnya harga BBM.

“Rapatnya besok (hari ini) pukul 14.00 WIB di Kantor Dishubkominfo Sumsel. Kami mengajak Organda Sumsel, Komisi IV DPRD Sumsel, Dirlantas, dan instansi terkait lainnya,” kata Musni usai mendampingi pertemuan Komisi IV DPRD Sumsel, di kantor Gubernur, Selasa (20/1).

Diakui Musni, secara umum kondisi turunnya BBM tidak berpengaruh besar di Sumsel. Pasalnya, ketentuan kenaikan tarif di Sumsel beberapa bulan lalu hanya naik sekitar 15 persen. Musni menerangkan kenaikan tarif angkutan itu lebih kecil dibanding dengan provinsi lain di Indonesia.

“Jadi kenaikan memang masih relatif kecil. Itu pun dilakukan bukan karena harga BBM naik, melainkan komponen-komponen kecil lainnya. Seperti sparepart dan sebagainya yang mempengaruhi keperluan kendaraan. Ini dinilai standar,” jelas dia.

Berdasarkan kondisi yang ada saat ini, kata Musni, diperkirakan bisa terjadi hanya saja dengan besaran lima persen. Ia menjelaskan, hal itu karena memang besaran itu sudah dibilang normal dan standar. Jika harus dikaitkan dengan harga sparepart yang naik drastis pasca-kenaikan harga BBM.

“Besaran tarif angkutan juga dipengaruhi oleh mekanisme pasar yang terjadi di Sumsel. Tarif angkutan tidak bisa lebih tinggi atau mendekati tarif pesawat terbang. Jadi benar-benar harus dilihat kedepannya, jangan sampai kita salah langkah dalam menentukan tarif angkutan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Organda Sumsel, Zulfikri Aminuddin mengatakan, pihaknya meminta pemerintah juga ikut mengkondisikan harga yang terkait angkutan umum tersebut. Guna mengubah tarif angkutan tidak sesederhana membalikkan telapak tangan, sebab harus memikirkan semua lini yang mendukung untuk itu.

“Kalau angkutan pada prinsipnya selama penyesuaian sesuai dengan kondisi kebutuhan semua pihak,” tutupnya.

TEKS :IMAM MAHFUZ
EDITOR :RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster