Bupati Ogan Ilir : Tembak Mati Gembong Narkoba

 246 total views,  2 views today

penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, berisi agreement kerjasama pemberantasan dan perang terhadap narkoba antara Polres OI, Pemkab, TNI, Kejari, DPRD, Karang Taruna serta tokoh masyarakat. | Dok KS

penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, berisi agreement kerjasama pemberantasan dan perang terhadap narkoba antara Polres OI, Pemkab, TNI, Kejari, DPRD, Karang Taruna serta tokoh masyarakat. | Dok KS

Inderalaya – Peredaran narkoba nampaknya sudah tidak lagi berada di Ibu Kota Kabupaten. Pelosok desa pun kini sudah sudah merebak peredaran narkoba.

Di Kabupaten Ogan Ilir, peredaran narkoba sudah merata di 16 kecamatan. Selain pihak kepolisian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Ogan Ilir (OI), serta instansi terkait berkomitmen untuk berperang melawan narkoba.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, berisi agreement kerjasama pemberantasan dan perang terhadap narkoba antara Polres OI, Pemkab, TNI, Kejari, DPRD, Karang Taruna serta tokoh masyarakat.

Bupati OI, H. Mawardi Yahya dalam kesempatannya mengatakan, sebagai langkah awal dalam pemberantasan narkoba, pihaknya akan menggelar deklarasi anti narkoba di setiap kecamatan.

“Selain itu juga memfasilitasi sosialisasi bahaya narkoba dengan melibatkan Karang Taruna. Kita akan roadshow ke setiap kecamatan dua minggu sekali. Narkoba merusak diri, keluarga dan menghabiskan duit jadi tidak ada manfaat, maka wajib diperangi,” tegas Bupati.

Sementara itu, Bupati juga mendukung upaya pemerintah prihal hukuman mati terhadap gembong narkoba. “Ya, kita sepakat kalau hukuman mati kepada gembong narkoba. Kita tidak perlu ragu walaupun negara lain tidak setuju,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat menambahkan, penandatangan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi, bulatkan tekad agar sama-sama berperan aktif dalam memberantas peredaran narkoba khususnya di Ogan Ilir (OI).

“Kita samakan tekad dengan semua elemen masayrakat untuk sama-sama perang melawan narkoba,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, rata-rata pengguna darkoba memiliki usai produktif. Bahkan, tidak menutup kemungkinan sudah merambah dikalangan pelajar.

“Untuk itu, kita juga lakukan sosialisasi bahaya narkoba di setiap sekolah,” katanya.

Kegiatan dipusatkan di Lapangan Mapolres OI, Selasa (20/1). Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan 6 komitmen bersama memerangi narkoba, antaralain menyadari bahwa narkoba membahayakan tubuh manusia yang berujung pada ketergantungan berakibat kematian.

Berkomintmen tidak akan melibatkan diri, menjadi pelopor pemberatasan narkoba, bersedia memberikan info soal penyelenggaraan narkoba, tidak melindungi kegiatan terlarang, membantu moril materil sesuai kapasitaas guna pencegahan pemberatasan peredaran bagi pengguna narkoba dan sebagainya.

Kapolres juga memberikan penghargaan berupa piagam kepada Bupati OI H Mawardi Yahya, Kejari, Wakil Ketua Dprd Wahyudi atas partisipasi dan komimen memberantas narkoba.

Sementara data yang diperoleh dari pihak Kepolisian Resort (Polres), Ogan Ilir, pada tahun 2013 lalu sebanyak 42 kasus narkoba dengan tersangka 60 orang. Sedangkan, sepanjang tahun 2014 ini kasus narkoba sebanyak 95 kasus dengan tersangka berjumlah 70 orang.

 

Teks    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster