Batu Akik bakal Kena Pajak

 213 total views,  2 views today

Ilustrasi Pembeli Batu Akik | Dok KS

Ilustrasi Pembeli Batu Akik | Dok KS

PALEMBANG – Karena nilai jual batu akik yang cukup mengiurkan dan harga bervariasi mulai dari puluhan ribu maupun ratusan juta membuat Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung akan memberlakukan wajib pajak bagi setiap penjual batu akik. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung Fajar Julianto mengungkapkan bagi masyarakat yang memperoleh penghasilan baik itu dari pedagang, pemilik usaha maupun perorangan wajib dikenakan pajak.

“Kalau untuk mereka yang punya penghasilan seperti berjualan batu akik, maka akan wajib dikenakan pajak. Apalagi penghasilanya yang sudah mencapai ratusan juta,” katanya,” Selasa (20/1).

Adapun aturan usaha baik itu waralaba dan online yang terkena pajak seperti usaha yang berpenghasilan Rp 50 juta dikenai pajak sebesar 5 persen, Rp 50-250 juta sebesar 15 persen, Rp 250-500 juta sebesar 25 persen dan di atas Rp 500 juta dikenai pajak sebesar 30 persen. Berbeda halnya jika usaha waralaba tersebut belum memiliki banyak cabang dan memperoleh omset di bawah Rp 4,8 miliar per tahun. Bisnis waralaba jenis ini tetap dikenai pajak 1 persen.

“Kalau waralaba, misalnya yang pake gerobak itu kena 1 persen, tetapi kalau ternyata gerobaknya banyak kena tarif PPh normal. Begitu juga dengan bisnis online,” jelasnya.

Melalui aturan ini, Fajar menegaskan, usaha yang beromset Rp 300 juta per tahun dan hanya memiliki keuntungan Rp 2,5 juta perbulan, tetap dikenai pajak satu persen ini. Meskipun, total keuntungan tersebut masuk ke dalam Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP).

“Yang perlu dipahami, setiap regulasi itu pasti ada pihak yang dirugikan,” tegasnya.

Sementara itu salah satu penjual batu akik dikawasan Pasar Cinde, Rudi mengatakan keberatan apabilah dikenakan pajak, karena hasil dari penjualan batu akik ini kecil.

“Dalam sehari kita hanya meraup omzet hingga Rp 100.000 sampai Rp 300.000, itupun apabila penjualan cukup bagus, namun dalam sehari dirinya kadang tidak mendapatkan uang sama sekali,” ujarnya.

 

TEKS        : AMINUDDIN

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster