“Utamakan Kualitas Moral Ketimbang Ilmu”

 420 total views,  2 views today

Dr Kasinyo – Dekan Fak.Tarbiyah IAIn RF Palembang

Dr Kasinyo – Dekan Fak.Tarbiyah IAIn RF Palembang

PALEMBANG – Akademisi Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Dr. Kasinyo, M.Pd.I mengatakan pendidikan karakter adalah upaya mendidik peserta didik dengan menanamkan nilai-nilai moral (karakter) yang baik kepada generasi penerus bangsa.

Hal itu dikatakan Kasinyo terkait dengan pentingnya pendidikan karakter, yang kini menurutnya nyaris tidak maksimal.

Lebih lanjut, Kasinyo mengatakan pendidikan karakter merupakan pendidikan yang tidak hanya mengutamakan kualitas ilmu pengetahuan tetapi juga mengutamakan kualitas moral. Untuk peningkatan kualitas ilmu, peserta didik juga perlu ada maksimalisasi penguasaan skill, sehingga kompetensi peserta didik kelak dapat bersaing di pentas global. Sementara untuk pembentukan karakter, di negeri ini perlu mengoptimalkan kurikulum pendidikan karakter. “Itu artinya sistem yang dijalankan dalam dunia pendidikan pun harus dirubah, sehingga sesuai dan sejalan dengan kurikulum pendidikan karakter yang akan diterapkan,” ujarnya, Senin (19/1).

Menurut Kasinyo, membangun pendidikan karakter kepada peserta didik bukan hal mudah. Sebab dibutuhkan beberapa faktor, diantaranya tenaga pengajar (guru). Menurutnya, guru merupakan teladan bagi peserta didik, sehingga cara mengajar yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh nyata berupa tindakan. “Oleh karena itu, hendaknya seseorang yang menjadi guru bukanlah orang yang sembarangan. Pelatihan dan diklat mengenai pendidikan karakter wajib diikuti seluruh guru tanpa terkecuali,” tambahnya.

Faktor kedua menurut Kasinyo, sistem pendidikan yang diterapkan saat ini. Menurutnya, sistem dimaksud disini, yaitu seperti adanya sistem ujian nasional (UN) dengan standar nilai yang telah ditetapkan, sistem rangking, kelas-kelas unggul dan sekolah favorit.

Menurut Kasinyo, pelaksanaan UN dengan standar nilai yang telah ditentukan sebagai penentu kelulusan akan berdampak negatif bagi peserta didik, bahkan guru. Peserta didik dan pendidik sama-sama akan merasa tertekan menjelang UN. Pada UN juga banyak kecurangan terjadi. “Parahnya lagi pendidik yang seharusnya menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai moral, justeru menjadi orang pertama yang merusaknya dengan memberikan bocoran kunci jawaban kepada siswa, tanpa mempertimbangkan dampaknya, yang terpenting siswanya dapat lulus ujian,” ujarnya setengah menyesalkan hal itu.

Terpisah, Drs. H. Gede Mendera, MT, Praktisi Pendidikan SMA Negeri 3 Palembang menyebutkan, selain keluarga, peran sekolah memegang posisi penting dalam memberikan pendidikan karakter kepada anak. “Sekolah harus mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai dalam setiap aktifitas pembelajaran. Hal ini sangat penting karena setinggi apa pun pendidikan yang ditempuh oleh seseorang, tanpa nilai-nilai yang baik, maka pendidikan hanya akan memberikan pengetahuan bukan pengajaran,” tegasnya.

Oleh sebab itu, menurut Gede Mendera, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh sekolah, baik itu mengenai proses belajar mengajar, maupun pendalaman nilai-nilai kehidupan. Dan semua itu bermula dari Kepala Sekolah dan guru itu sendiri.

“Menjadi seorang guru, harus memiliki keikhlasan sebagai pendidik. Kurikulum 2013 mensyaratkan orientasi pencapaian SKL yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan melahirkan lulusan yang memiliki IMTAK, inovasi yg tinggi, kreatif, produktif dan keseimbangan sikap dari pengetahunan dan keteramnpilan itu sendiri,” tambahnya.

Lebih lanjut, bapak tiga anak ini menambahkan, guru harus mampu menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik dalam rangka membentuk pribadi yang unggul. Tidak hanya cerdas secara intelektual tapi memiliki kepribadian santun dan menyantuni. “Guru itu harus membentuk pribadi yang unggul bagi siswa. Yang dibentuk itu adalah pribadinya, melalui penanaman nilai-nilai karakter. Pendidikan karakter itu tidak hanya diajarkan tapi juga disampaikan melalui keteladanan, pembiasaan dan aktivitas,” ujarnya.

 

TEKS        : AHMAD MAULANA

EDITOR    : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster